HUT ke 74 RI

Wisata Sejarah Peristiwa Rengasdengklok di Rumah Djiaw Kie Siong

Rumah Djiaw Kie Siong dijadikan wisata sejarah untuk memperingati HUT ke-74 RI dengan mengenang Peristiwa Rengasdengklok.

Wisata Sejarah Peristiwa Rengasdengklok di Rumah Djiaw Kie Siong
Instagram.com/ @spektakel.id
Kolase Tugu Kebulatan Tekad dan Rumah Djiaw Kie Siong. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kemerdekaan Republik Indonesia selalu identik dengan peristiwa Rengasdengklok.

Rengasdengklok di Karawang dikenal sebagai lokasi wisata bersejarah menjelang detik-detik proklamasi.

Di situlah terdapat Rumah Djiaw Kie Siong yang sempat menjadi tempat persinggahan Soekarno - Hatta.

Dilansir TribunTravel dari wartakotalive.com, Rumah Djiaw Kie Siong juga sempat ditinggali oleh Sukarni, Yusuf Kunto, dr.Sutjipto, Fatmawati, Guntur Soekarnoputra, dan lainnya selama tiga hari, pada 14 - 16 Agustus 1945.

TONTON JUGA:

Di area halaman Rumah Djiaw Kie Siong terdapat dua bus berkapasitas besar yang bisa menampung sekitar 50 orang.

Kamu bisa mengabadikan foto dari halaman depan Rumah Djiaw Kie Siong yang masih tampak begitu klasik.

Dilihat dari laman jabarprov.go.id, dulunya Rumah Djiaw Kie Siong ini digunakan sebagai tempat merumuskan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Rumah Djiaw Kie Siong berlokasi di Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.

Bangunan Rumah Djiaw Kie Siong beserta isinya hingga saat ini masih terjaga rapi.

Rayakan HUT RI ke-74, Kamu Bisa Nikmati 5 Promo dari Ancol

Sambut HUT RI ke-74, Waterbom PIK Beri Promo Tiket Masuk Cuma Rp 74 Ribu

Ilustrasi Rumah Djiaw Kie Siong
Ilustrasi Rumah Djiaw Kie Siong (KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO)

Menjelang HUT ke-74 RI, Rumah Djiaw Kie Siong sering dikunjungi wisatawan untuk dijadikan wisata sejarah.

Banyak wisatawan yang berkunjung ke Rumah Djiaw Kie Siong untuk mengenang peristiwa Rengasdengklok melalui peninggalan di sana.

Rumah Djiaw Kie Siong yang dulunya digunakan sebagai saksi perumusan Naskah Proklamasi Indonesia ini, sekarang dijadikan museum yang menyimpan aneka koleksi bersejarah.

Untuk menyambut HUT ke-74 RI, Rumah Djiaw Kie Siong menjadi pilihan tepat untuk melakukan wisata sejarah.

Hal ini dikarenakan Rumah Djiaw Kie Siong masih banyak koleksi bersejarah seperti foto tokoh penting negara hingga dua kamar yang masih terjaga.

Sejarah Peristiwa Rengasdengklok, Penculikan Soekarno-Hatta Sebelum Proklamasi Kemerdekaan RI

Djiauw Kie Siong - Empunya Rumah di Rengasdengklok yang Jadi Tempat Singgah Sang Proklamator

Dua kamar yang dulunya digunakan sebagai tempat tidur oleh Soekarno - Hatta hingga saat ini tidak berubah.

Rumah Djiaw Kie Siong ini dikelilingi oleh tanaman rimbun yang asri dan membuatnya semakin teduh.

Jika ingin pergi ke Rumah Djiaw Kie Siong, kamu bisa menempuhnya dalam jarak sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Karawang.

Sesampainya disana, jangan lupa melihat dan mengabadikan beberapa momen bersejarah untuk mengenang peristiwa Rengasdengklok.

Seperti melihat semua gambar tokoh penting Indonesia, menilik beberapa ruangan yang sering digunakan untuk berkumpul, hingga menengok dua kamar yang sempat digunakan oleh Soekarno - Hatta.

5 Fakta tentang Rengasdengklok, Lokasi Penculikan Soekarno-Hatta oleh Golongan Muda

Akses Menuju Rumah Djiaw Kie Siong:

Jika ingin melakukan wisata sejarah ke Rumah Djiaw Kie Siong untuk memperingati HUT ke-74 RI, kamu bisa menempuhnya dengan naik kendaraan pribadi atau transportasi umum berupa bus.

Jalan yang harus kamu ambil yaitu lewat jalan tol Jakarta - Cikampek menuju Gerbang Tol Karawang Barat 1.

Setelah itu kamu bisa melanjutkan perjalanan langsung menuju Rumah Djiaw Kie Siong.

Sebelum sampai di Rumah Djiaw Kie Siong, kamu akan melihat Tugu Kebulatan Tekad.

5 Insiden Tak Terduga Selama Upacara Bendera HUT RI ke 73, di Antaranya Bocah yang Naik Tiang

Ribuan Pendaki Rayakan HUT RI di Puncak Gunung Slamet

Tugu Kebulatan Tekad
Tugu Kebulatan Tekad (Instagram.com/ @spektakel.id)

Dikutip dari Kompas.com, Tugu Kebulatan Tekad dulunya merupakan sebuah lahan yang dijadikan markas tentara Pembela Tanah Air (PETA).

Diketahui, Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok dibangun untuk mengenang Kebulatan Tekad Pemuda dan Pejuang serta tokoh penting Bangsa Indonesia yang mempertahankan Tanah Air Indonesia dari penjajah.

Tugu Kebulatan Tekad ini dibentuk seperti tangan kiri mengepal yang melambangkan perlawanan.

Sementara itu, tidak ada gambaran tangan kanan karena diibaratkan sedang memegang senjata atau bambu runcing.

Bukan Listrik atau Batu Bara, Kereta Api Ini Digerakkan Cahaya Matahari

7 Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Liburan ke Selandia Baru

5 Pasar Malam yang Populer di Taipei, Cocok untuk Penggila Kuliner

HUT ke-74 RI, Ada Promo KFC Gratis Es Krim Sundae

6 Kuliner Ini Identik dengan Kemerdekaan Indonesia

(TribunTravel.com/ Nurul Intaniar)

Ikuti kami di
Penulis: Nurul Intaniar
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved