Breaking News:

Tingkatkan Kompetensi Pelaku Parekraf di Labuan Bajo, Kemenparekraf Gandeng Pertamina dan Telkom

Kemenparekraf gandeng Pertamina dan Telkom untuk meningkatkan kompetensi pelaku parekraf di Labuan Bajo melalui pelatihan pada 26-28 Juli 2022/

Dok. Kemenparekraf
Kemenparekraf gandeng Pertamina dan Telkom untuk menginkatkan kompetensi pelaku parekraf di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kolaborasi ketiganya akan menghadirkan kegiatan pelatihan bagi para pelaku UMKM pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo pada 26 hingga 28 Juli 2022. (Dok. Kemenparekraf) 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) gandeng Pertamina dan Telkom untuk meningkatkan kompetensi pelaku parekraf di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kolaborasi ketiganya akan menghadirkan kegiatan pelatihan bagi para pelaku UMKM pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo, yang merupakan salah satu dari lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) nasional.

Kemenparekraf gandeng Pertamina dan Telkom untuk menginkatkan kompetensi pelaku parekraf di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kolaborasi ketiganya akan menghadirkan kegiatan pelatihan bagi para pelaku UMKM pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo pada 26-28 Juli 2022.
Kemenparekraf gandeng Pertamina dan Telkom untuk menginkatkan kompetensi pelaku parekraf di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kolaborasi ketiganya akan menghadirkan kegiatan pelatihan bagi para pelaku UMKM pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo pada 26 hingga 28 Juli 2022. (Dok. Kemenparekraf)

Dengan demikian, kualitas produk dari pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo diharapkan meningkat sehingga dapat membuka peluang usaha dan penciptaan lapangan kerja.

Melansir rilis resmi Kemenparekraf, Kamis (28/7/2022), kegiatan telah berlangsung selama tiga hari secara daring mulai tanggal 26 hingga 28 Juli 2022.

Baca juga: Sandiaga Uno Tegaskan Pembangunan Labuan Bajo Tak Ganggu Habitat Komodo, Jokowi Ingatkan Soal Sampah

Pelatihan tersebut dihadiri 80 pelaku UMKM unggulan di Labuan Bajo yang terdiri dari 51 UMKM di bidang kuliner, 16 UMKM fashion, dan 13 UMKM kriya.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf Hengky Manurung mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai upaya peningkatan kapasitas usaha (upskilling) para pelaku UMKM pariwisata dan ekonomi kreatif yang berada di sekitar Labuan Bajo.

Hal itu diungkapkan Hengky dalam sambutannya secara virtual di acara “Peningkatan Kapasitas UMKM Dalam Rangka Persiapan Temu Bisnis dengan Hotel di DPSP Labuan Bajo”, pada Rabu (27/7/2022).

“Upskilling ini merupakan upaya untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM khususnya dalam mempersiapkan temu bisnis dengan industri Hotel,” ujar Hengky.

Pelaku UMKM pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk sehingga nantinya dapat memenuhi standar kebutuhan industri hotel di Labuan Bajo.

Baca juga: Bandara Komodo Resmi Diperluas, Jokowi Berharap Labuan Bajo Semakin Dikenal Dunia

"Kegiatan ini akan mendorong UMKM untuk memiliki kualitas produk yang tinggi dan mampu memenuhi standar hotel, sehingga nantinya seluruh kebutuhan hotel dapat disuplai oleh UMKM,” tuturnya.

Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf Anggara Hayun Anujuprana menjelaskan, kegiatan pelatihan merupakan kolaborasi antara Kemenparekraf, Telkom dan Pertamina untuk meningkatkan kapasitas usaha UMKM khususnya dalam hal branding, komunikasi, teknik negosiasi dan strategi harga.

"Fasilitator dari Pertamina dan Telkom akan mengajarkan pelaku UMKM terkait branding, komunikasi, negosiasi dan strategi harga. Tujuannya agar pelaku UMKM siap untuk menghadapi temu bisnis dan bisa mendapatkan kesepakatan kerja sama dengan hotel," ucap Hayun.

a
Kemenparekraf gandeng Pertamina dan Telkom untuk menginkatkan kompetensi pelaku parekraf di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kolaborasi ketiganya akan menghadirkan kegiatan pelatihan bagi para pelaku UMKM pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo pada 26 hingga 28 Juli 2022. (Dok. Kemenparekraf)

Baca juga: Wisatawan Tetap Bisa Lihat Komodo di Pulau Rinca, Sandiaga: Harga Tiketnya Sama

Setelah menyelenggarakan kegiatan upskilling selama tiga hari, Kemenparekraf akan menyusun e-katalog dan melakukan pendampingan kepada seluruh peserta sampai dengan temu bisnis dengan hotel.

Tujuan akhir dari rangkaian program ini adalah terbentuknya sustainable supply chain antara UMKM dan hotel di DPSP Labuan Bajo.

"Tujuan akhir dari rangkaian kegiatan ini adalah terbentuknya sustainable supply chain antara UMKM dan hotel, sehingga akan meningkatkan perekonomian secara signifikan, baik dari sisi hotel sebagai demand maupun dari sisi UMKM sebagai supply,” jelas Hayun.

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina menambahkan, ada peluang besar bagi UMKM untuk dapat memenuhi kebutuhan hotel.

Bukan hanya hotel di Labuan Bajo, namun juga potensi memenuhi kebutuhan dari jaringan hotel secara nasional.

Baca juga: Kenaikan Tarif TN Komodo Jadi Polemik, Sandiaga Uno Siapkan Ruang Diskusi

Baca juga: Cerita Sandiaga Uno Naik Kapal Phinisi Bareng Jokowi di Perairan TN Komodo: Super Keren Banget

(TribunTravel.com/mym)

Baca selengkapnya soal artikel Labuan Bajo di sini.

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved