Breaking News:

Kabar Baik! Penerima Vaksin Sinovac Sudah Boleh Liburan ke Australia

- Australia mengizinkan wisatawan penerima suntikan vaksin COVID-19 jenis Sinovac buatan China dan AstraZeneca buatan India memasuki negaranya.

USDJOB
Sydney Opera House, Australia 

TRIBUNTRAVEL.COM - Australia mengizinkan wisatawan penerima suntikan vaksin COVID-19 jenis Sinovac buatan China dan AstraZeneca buatan India memasuki negaranya.

Therapeutic Goods Administration, pihak yang mengatur regulasi obat di Australia mengatakan, suntikan vaksin Covid-19 yang masuk ke Australia harus yang diakui.

Hal ini juga disampaikan Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan Jumat (1/10/2021).

Dikutip TribunTravel dari laman bworldonline.com, Sabtu (2/10/2021) Australia mulai melonggarkan beberapa perbatasannya karena vaksinasi di seluruh Negeri Kangur sudah mencapai 80 persen.

Suntikan vaksin Sinovac yang berbasis di Beijing telah disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk penggunaan darurat.

Sementara Inggris dan Selandia Baru, negara tetangga Australia, belum mengizinkan penerima vaksin Sinovac masuk ke negaranya.

Sejumlah negara Eropa juga menyatakan akan menerima vaksin yang dikenal sebagai Coronavac ini sebagai syarat masuk ke wilayah mereka.

Kangguru, hewan endemik Australia
Kangguru, hewan endemik Australia (Andreas Schau /Pixabay)

Amerika Serikat juga mengindikasikan hal yang sama ketika mengumumkan rencana untuk membuka perbatasan bagi sebagian besar orang asing yang sudah divaksinasi minggu lalu.

Australia juga berencana membuka kembali pintu masuk negaranya bagi ribuan siswa asing yang harus pulang ke negara asalnya selama pandemi.

Diketahui, pendidikan internasional merupakan sumber pendapatan yang menggiurkan bagi Australia, yaitu senilai A$14,6 miliar ($11 miliar) untuk negara bagian New South Wales saja pada tahun 2019.

Siswa internasional terbesar di Australia adalah warga negara China, diikuti oleh India, Nepal dan Vietnam, menurut Departemen Perdagangan Australia.

Vaksin yang dibuat oleh Sinovac dan Sinopharm paling banyak digunakan di China, dan memiliki tingkat kemanjuran berkisar antara 50% hingga 80% dalam mencegah gejala COVID, lebih rendah dari vaksin mRNA yang dikembangkan di AS.

Sementara secara global, vaksin Sinovac yang paling banyak digunakan di Indonesia, Brasil dan Turki.

Chile mengatakan awal pekan ini akan mulai memberikan vaksin jenis Sinovac kepada anak-anak usia enam hingga 11 tahun.

Baca juga: Daftar 71 Negara yang Menerima Vaksin Sinopharm Sebagai Syarat Perjalanan

Baca juga: Jangan Sampai Diminta Putar Balik, Simak Aturan Terbaru Bagi Wisatawan yang Ingin Masuk Jogja

Baca juga: Penyelenggaraan Umrah 2021, Kemenag Bahas Vaksin Booster hingga Integrasi Aplikasi PeduliLindungi

Baca juga: Ratusan Karyawan Maskapai di AS Terancam PHK Gara-gara Tolak Vaksin Covid-19

(TribunTravel.com/tyas)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved