Breaking News:

Ratusan Karyawan Maskapai di AS Terancam PHK Gara-gara Tolak Vaksin Covid-19

United Airlines berencana akan memecat hampir 600 karyawan yang gagal mematuhi persyaratan vaksinasi Covid-19.

pexels.com
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 

TRIBUNTRAVEL.COM - Persoalan vaksinasi Covid-19 nampaknya masih menjadi kendala pada sejumlah maskapai penerbangan dunia.

Masih banyak karyawan yang menolak vaksinasi meski sudah menjadi mandat dari maskapai.

Seperti halnya ratusan karyawan yang bekerja untuk maskapai United Airlines, yang bermarkas di Amerika Serikat.

Alhasil, United Airlines harus mengambil tindakan tegas terhadap penolakan tersebut.

Baca juga: 12 Negara dengan Tingkat Vaksinasi Covid-19 Tertinggi di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?

Melansir Insider, Sabtu (2/10/2021), United Airlines berencana akan memecat hampir 600 karyawan yang gagal mematuhi persyaratan vaksinasi Covid-19.

Pada hari Rabu (29/9/2021), maskapai mengonfirmasi bahwa mereka telah memulai proses pemecatan 593 karyawan yang menolak untuk disuntik vaksin.

Ilustrasi maskapai United Airlines
Ilustrasi maskapai United Airlines (Flickr/ byeangel)

Maskapai juga mengatakan bahwa 99 persen dari total 67.000 karyawannya yang tidak dikecualikan telah divaksinasi.

"Ini adalah keputusan yang sangat sulit, tetapi menjaga keamanan tim selalu menjadi prioritas pertama bagi kami," Scott Kirby, CEO United Airlines, dan Brett Hart, presiden maskapai, mengatakan dalam memo yang ditujukan kepada para karyawan.

Sementara pada Kamis (30/9/2021), United Airlines mengeluarkan pernyataan dengan mengatakan bahwa jumlah orang yang direncanakan untuk dipecat turun menjadi 320 orang.

Baca juga: Tingkat Vaksinasi Karyawan Capai 100 Persen, AirAsia Siap Beroperasi Penuh

Belakangan diketahui bahwa karyawan yang dikeluarkan dari proses pemecatan sebenarnya sudah divaksinasi, namun terlambat dalam menyerahkan status vaksinasi mereka.

United Airlines pun berharap dapat menemukan lebih banyak kasus-kasus serupa, sehingga tak perlu memecat banyak karyawan.

Ilustrasi orang divaksinasi Covid-19
Ilustrasi orang divaksinasi Covid-19 (Pixabay/ Moha El-Jaw)

United Airlines menjadi maskapai penerbangan Amerika Serikat pertama yang menerapkan mandat vaksin pada 6 Agustus 2021 lalu.

Mandat tersebut mengharuskan karyawan untuk divaksin dalam waktu lima minggu setelah FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan AS) menyetujui suntikan.

Seperti diketahui, vaksin Pfizer telah disetujui FDA pada 23 Agustus 2021.

Baca juga: Pria Ini Membangun Kerangka Raksasa untuk Peringatkan Warga yang Menolak Vaksinasi

United Airlines kemudian memberi tahu karyawan bahwa mereka memiliki waktu hingga 27 September 2021 untuk menerima setidaknya satu dosis vaksin Moderna atau Pfizer atau dosis tunggal vaksin Johnson & Johnson.

CEO United Airlines, Scott Kirby, mengatakan dia hanya mengetahui "segelintir" staf yang mengundurkan diri dari maskapai karena persyaratan vaksinasi.

Baca juga: Dua Wisatawan Didenda Rp 362 Juta Gara-gara Palsukan Dokumen Vaksinasi Covid-19

United Airlines kemudian mengumumkan bahwa mereka akan menetapkan kebijakan yang mengizinkan karyawan untuk meminta pengecualian vaksinasi dengan alasan agama atau medis.

Para pekerja ini akan ditempatkan pada cuti pribadi sementara tanpa bayaran mulai 2 Oktober 2021.

Namun kebijakan itu digeser menjadi 15 Oktober 2021 setelah enam karyawan menggugat maskapai tersebut.

Gugatan mengatakan mandat vaksin United Airlines mendiskriminasi pekerja dan menolak permintaan pengecualian mereka.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved