Breaking News:

Selain Indonesia, 5 Negara Asia Ini Punya Tradisi Unik saat Hari Raya Waisak

Tak hanya di Indonesia, deretan negara di Asia ini juga punya tradisi unik dalam perayaan Hari Raya Waisak.

Instagram/avenu.id
Ilustrasi - tradisi unik saat perayaan Hari Raya Waisak. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Hari Raya Waisak dirayakan dengan sangat meriah di Indonesia.

Perayaan Waisak umumnya berpusat di Candi Borobudur yang merupakan candi Buddha terbesar di dunia.

Ada banyak hal menarik yang bisa ditemukan selama perayaan Waisak di Candi Borobudur.

Mulai dari Ritual Pindapatta, Samadhi, hingga pelepasan ratusan lentera yang membuat langit malam begitu indah.

Baca juga: Kenapa Perayaan Hari Raya Waisak Identik dengan Lampion?

Daya tarik inilah yang membuat perayaan Waisak di Candi Borobudur selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Namun selain di Indonesia, tradisi unik juga berlangsung dalam perayaan Waisak di sejumlah negara Asia.

Umat Buddha dan masyarakat menerbangkan lampion dalam rangka menyambut detik-detik Waisak 2561 BE/2017 di area Candi Borobudur.
Umat Buddha dan masyarakat menerbangkan lampion dalam rangka menyambut detik-detik Waisak 2561 BE/2017 di area Candi Borobudur. (Kompas.com/Ika Fitriana)

Melansir laman TribunnewsWiki, berikut 5 negara Asia yang punya tradisi unik saat perayaan Waisak.

1. Korea Selatan

Negara Asia yang memiliki tradisi unik saat perayaan Waisak adalah Korea Selatan.

Setiap tiba Hari Raya Waisak, umat Buddha di sana akan menghias candi-candi yang ada di wilayah tersebut.

Ratusan lentera berbentuk teratai dipasang di setiap candi dan akan menerangi saat malam tiba.

Selain untuk mengenang kelahiran Buddha di dunia, tradisi ini juga diadakan untuk mengenang nilai-nilai Buddha.

Baca juga: Kirab Gunungan Seribu Ketupat dan 4 Tradisi Unik Merayakan Lebaran Ketupat di Indonesia

2. Singapura

Singapura juga memiliki tradisi yang tak kalah unik saat perayaan Waisak.

Umat Buddha di Singapura merayakan Waisak dengan melepaskan burung dari sangkar secara bersamaan.

Burung yang dilepaskan merupakan burung liar, bukan burung peliharaan.

Makna tradisi tersebut menggambarkan kebebasan.

Selain itu, tradisi ini juga dimaknai sebagai kedatangan hari yang baru dan menjadi perayaan nilai-nilai yang ditinggalkan oleh Buddha bagi umatnya.

3. Nepal

Umat Buddha di Nepal akan berbondong-bondong menuju tempat kelahiran Buddha, yaitu Lumbini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved