Kenapa Perayaan Hari Raya Waisak Identik dengan Lampion?

Pelepasan ribuan lampion dilakukan oleh umat Buddha dan masyarakat umum di Taman Lumbini, Kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada Minggu

Kenapa Perayaan Hari Raya Waisak Identik dengan Lampion?
TRIBUNJOGJA.COM | Hasan Sakri Ghozali
Foto dok TRIBUNJOGJA - Pengunjung Ikut Menerbangkan 1.200 Lampion di Komplek Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (3/6/2015). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Penerbangan lampion menjadi penanda berakhirnya peringatan Tri Suci Waisak 2563 BE/2019.

Pelepasan ribuan lampion dilakukan oleh umat Buddha dan masyarakat umum di Taman Lumbini, Kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada Minggu (19/5/2019) pagi.

Dikutip Tribunjogja.com dari laman Kompas.com, penerbangan lampion dibagi menjadi dua sesi.

Sesi pertama dilakukan secara simbolis oleh para pejabat yang hadir, setelah Dharmasanti atau pembukaan Tri Suci Waisak, Sabtu (18/5/2019) malam.

Penerbangan lampion sudah menjadi rangkaian acara tak terpisahkan setiap perayaan Hari Raya Waisak.

Lalu, apa makna dari lampion bagi umat Buddha sehingga menjadi penutup rangkaian Hari Raya Waisak?

Menurut laman MyModernMet.com, lampion tidak hanya menjadi bagian penting di Hari Raya Waisak di Indonesia, tapi negara Asia lain, misalnya Korea Selatan, China, dan negara Asia Tenggara.

Bentuknya bermacam-macam, mulai dari kotak, bunga Lotus, hingga naga.

Media Visit Korea menyatakan jika menurut kepercayaan penganut Buddha, lampion adalah simbol kebijaksanaan yang memberikan cahaya terang di dunia.

Adanya lampion di Hari Raya Waisak menjadi penting untuk menghormati Buddha.

Penerbangan lampion biasanya didahului dengan memanjatkan doa, harapannya agar di tahun yang baru, kita bisa menjadi manusia yang lebih baik.

Dalam perayaan Hari Raya Waisak di kompleks Candi Borobudur, Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saefudin juga turut berharap semoga kebahagian dan keharmonisan senantiasa hadir dalam kehidupan.

"Momentum ini menjadi kesempatan untuk melakukan instrospeksi, mengevaluasi diri dan sekaligus menyucikan diri untuk melakukan perubahan. Kita memiliki tujuan yang sama bagaimana kebahagiaan dan keharmonisan terwujud," kata Lukman.

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Mengapa Lampion Identik dengan Perayaan Hari Raya Waisak?

Ikuti kami di
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved