Breaking News:

Ngurek, Tradisi Melukai Diri Saat Perayaan Galungan di Bali

Menjelang perayaan Hari Raya Galungan, ada banyak upacara adat dan tradisi yang dilakukan umat Hindu di Bali, satu di antaranya adalah Ngurek.

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Sinta Agustina
Instagram/@balikami
Tradisi Ngurek saat Hari Raya Galungan di Bali. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Menjelang perayaan Hari Raya Galungan, ada banyak upacara adat dan tradisi yang dilakukan umat Hindu di Bali, satu di antaranya adalah Ngurek.

Ngurek berasal dari kata 'urek' yang dalam Bahasa Indonesia berarti melubangi atau menusuk.

Dalam tradisi Ngurek, biasanya ada beberapa orang yang berada dalam kondisi kerasukan.

Saat kerasukan, mereka akan menggunakan senjata tajam untuk melukai diri.

Sekilas tradisi Ngurek hampir mirip dengan atraksi debus, karena menggunakan senjata tajam untuk melukai diri.

Tradisi Ngurek juga dikenal sebagai Ngunying dan dipercaya sebagai manifestasi pengabdian pada Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa).

Catat! Rangkaian Perayaan Hari Raya Galungan 2020 di Bali

Satu senjata tajam yang sering digunakan dalam tradisi ngurek adalah keris suci atau yang disebut luk kesiman.

Tradisi Ngurek biasanya dilakukan saat upacara Pengerebongan di Pura Petilan, Desa Kesiman, Denpasar.

Tradisi ini dipercaya sebagai wujud pengabdian terhadap Tuhan.

Tonton juga:

Halaman
1234
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved