Kastil bersejarah ini merupakan bukti berharga bagi evolusi arsitektur kastil Jepang dan pertahanan strategis.
8. Kastil Kumamoto (Prefektur Kumamoto)
Kastil Kumamoto dibangun oleh Kato Kiyomasa dan berukuran sebesar 21 Kubah Tokyo, sehingga ukurannya sangat mencolok.
Kastil Kumamoto memiliki menara kastil yang ditopang oleh dinding batu curam yang dikenal sebagai "Musha-gaeshi", dan terkenal dengan gaya arsitektur uniknya yang dikenal sebagai "Seishouryu".
Dikenal juga sebagai "Kastil Ginkgo" setelah pohon ginkgo yang konon ditanam oleh Kato Kiyomasa, dan ada ramalan bahwa sesuatu akan terjadi jika pohon ginkgo dan menara kastil berada pada ketinggian yang sama.
Fitur-fitur ini menonjolkan nilai sejarah dan romantisme kastil ini.
9. Kastil Takeda (Prefektur Hyogo)
Kastil Takeda yang terletak di Prefektur Hyogo, dibangun di puncak Gunung Furushiroyama dan ditinggalkan sekitar tahun 1600, namun keindahannya masih dipertahankan sebagai reruntuhan.
Khususnya, di akhir musim gugur, lautan awan muncul, membuat reruntuhan kastil tampak seolah-olah melayang di langit, sehingga mendapat julukan "Kastil di Langit" dan menjadikannya kastil yang dicintai banyak wisatawan.
Satu ciri khas reruntuhan kastil adalah dinding batunya, yang tetap tidak berubah sejak kastil ditinggalkan, dan kondisinya yang terpelihara dengan baik serta skalanya yang besar membuatnya menonjol di antara kastil-kastil Jepang.
10. Kastil Matsumoto (Prefektur Nagano)
Menara kastil lima lantai dan enam lantai yang ada dikatakan sebagai harta nasional tertua di Jepang, dan menara utamanya dilengkapi dengan jendela untuk menembakkan panah dan senjata.
Hal ini mencerminkan teknik pembangunan kastil pada periode Sengoku, dan desainnya menekankan pada fungsi pertahanan.
Di sisi lain, Menara Tatsumitsuke dan Menara Tsukimi yang dibangun pada zaman Edo tidak dirancang untuk pertempuran dan menunjukkan gaya arsitektur era yang lebih damai.
Perpaduan gaya arsitektur dari periode Sengoku dan Edo di bangunan-bangunan ini menonjolkan pesona sejarah dan keragaman kastil.
Ambar/TribunTravel