Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Liburan ke Jepang

10 Makanan Khas Musim Semi di Jepang, dari Sakura Mochi hingga Kue Beras Ichigo Daifuku

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sakura mochi, satu makanan khas musim semi di Jepang.

7. Kubis musim semi

Kubis, satu makanan khas musim semi di Jepang. (Flickr/The LEAF Project)

Daun hijau ini merupakan makanan pokok sepanjang tahun, tetapi di musim semi rasanya lebih manis, lebih renyah, dan jauh lebih lezat.

Dipenuhi dengan lebih banyak vitamin, kubis musim semi berukuran lebih kecil dan lembut dibandingkan musim lainnya dan dapat dinikmati mentah dengan saus sederhana.

Ini adalah otoshi yang umum (hidangan kecil yang diberikan di awal makan), tetapi juga merupakan lauk yang enak untuk makanan yang digoreng seperti potongan daging babi atau kushikatsu.

Kamu akan sering menemukan kubis di izakaya.

Karena kubis adalah bahan utama okonomiyaki , kamu juga bisa membuat versi sayuran musim semi dan bahkan menambahkan sayuran musiman lainnya seperti asparagus Jepang dan daun bawang.

8. Kerang Asari

Kerang Asari, satu makanan khas musim semi di Jepang. (Flickr/Yu Morita)

Saat perairan pesisir mulai menghangat, kerang dipancing oleh para nelayan dan anak-anak.

Satu bahan paling serbaguna, kerang botolan segar, manis, dan juga terjangkau.

Kamu mungkin menemukannya dalam sup miso, dikukus dengan daun bawang, atau hanya digoreng dengan mentega.

Pilihan yang lebih tidak biasa adalah mengukusnya dalam sake , yang pastinya memberikan tingkat cita rasa Jepang yang lebih tinggi.

9. Sakura taiyaki

Sakura taiyaki, satu makanan khas musim semi di Jepang. (Flickr/ Takanori Nakanowatari)

Jika ingin mendapatkan dua tema musiman dalam satu hidangan manis, kue berbentuk ikan musiman ini harus menjadi yang berikutnya dalam daftar.

Taiyaki dimodelkan setelah tai khusus musim semi (ikan laut), dan dipanggang (itulah bagian yaki).

Masing-masing warna memiliki arti yang berbeda-beda.

Merah muda untuk kuncup bunga sakura, putih untuk bunga yang sedang mekar, dan hijau untuk daun setelah pembungaan selesai.

Biasanya ketiga warna tersebut memiliki rasa nasi manis yang sama.

Hanami dango dapat ditemukan di supermarket dan toko serba ada sepanjang tahun, namun lebih banyak ditemukan di musim semi.

10. Kue beras hanami dango

Kue beras hanami dango, satu makanan khas musim semi di Jepang. (gochie*, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons)

Hanami dango diberi nama sesuai dengan pesta hanami (melihat bunga sakura), di mana mereka sering disantap.

Nama lain yang sama logisnya adalah sanshoku dango yang berarti dango tiga warna, karena ketiga warnanya.

Masing-masing warna memiliki arti yang berbeda-beda.

Merah muda untuk kuncup bunga sakura, putih untuk bunga yang sedang mekar, dan hijau untuk daun setelah pembungaan selesai.

Biasanya ketiga warna tersebut memiliki rasa manis yang sama.

Hanami dango dapat ditemukan di supermarket dan toko serba ada sepanjang tahun, namun lebih banyak ditemukan di musim semi.

Ambar/TribunTravel