United Airlines Tetap Layani Penerbangan ke Afrika Selatan, Tempat Omicron Pertama Kali Terdeteksi

Penulis: Sinta Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bo-Kaap, Cape Town, Afrika Selatan.

TRIBUNTRAVEL.COM - Maskapai penerbangan United Airlines tetap melanjutkan penerbangan nonstop ke Afrika Selatan meski adanya laporan tentang varian Covid-19 Omicron.

Maskapai itu melayani penerbangan antara Bandara Internasional Newark Liberty dan Bandara Internasional Cape Town.

Penerbangan itu akan beroperasi tiga kali seminggu, melengkapi layanan United yang sudah ada lima kali seminggu ke Johannesburg.

Dilansir TribunTravel dari travelagentcentral.com, pesawat akan lepas landas dari Newark pukul 20.30 dan tiba di Cape Town pada pukul 18.00 waktu setempat keesokan harinya.

Baca juga: Penumpang Kesal, Pesawat Super Air Jet Gagal Mendarat di Bali Akibat Cuaca Buruk

Maskapai ini menggunakan pesawat Boeing 787-9 Dreamliner dengan 257 kursi.

Dilanjutkannya penerbangan United ke Afrika Selatan karena negara itu tetap terbuka untuk semua wisatawan yang ingin berkunjung.

United Airlines lanjutkan penerbangan ke Afrika Selatan (Flickr/jbp274)

"Kami juga mendorong semua orang untuk melanjutkan rencana mereka pergi ke sana untuk menjelajahi dan menikmati perjalanan di Afrika Selatan, sambil mengamati pedoman yang ditetapkan oleh pusat komando nasional dari waktu ke waktu," ujar CEO Pariwisata Afrika Selatan Sthembiso Dlamini.

"Ketahanan pariwisata domestik adalah kunci untuk pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi Afrika Selatan karena ini membantu menghindari kehilangan pekerjaan lebih lanjut," kata dia.

Terdeteksinya Omicron membuat Afrika Selatan ditempatkan dalam daftar merah berbagai negara, sehingga melarang perjalanan dari Afrika Selatan ke sejumlah negara.

Baca juga: Cegah Covid-19 Varian Omicron, Syarat Masuk Indonesia Bagi WNI dan WNA dari Luar Negeri Diperketat

"Larangan perjalanan terbaru di Afrika Selatan sangat mengecewakan dan terlalu dini mengingat terbatasnya informasi yang kami miliki tentang varian baru ini," kata Tshifhiwa Tshivhengwa, CEO TBCSA, dalam siaran persnya.

"Meskipun kami tidak dapat mengontrol pasar internasional, kami dapat mengontrol bagaimana kami menangani krisis di dalam negeri, dan akan mendukung pemerintah untuk memperkuat peluang vaksinasi dan melindungi kehidupan dan mata pencaharian yang bergantung pada industri pariwisata," jelasnya.

Bo-Kaap, Cape Town, Afrika Selatan. (hotels.ng)

Menurutnya, pembatasan lebih lanjut akan memperburuk industri pariwisata yang sudah hancur dan akan berdampak negatif pada berbagai industri lain di Afrika Selatan.

Baca juga: WNI dari Negara Terdeteksi Omicron Ingin Pulang ke Indonesia, Simak Syarat Terbarunya

Afrika Selatan sebenarnya telah dibuka untuk pariwisata sejak November 2020 dengan protokol kesehatan dan keselamatan yang ketat termasuk mandat masker.

Wisatawan wajib memberikan hasil negatif dari tes PCR COVID-19 yang diambil 72 jam sebelum kedatangan.

(TribunTravel.com/Sinta A.)

Baca juga: Turis Asing yang Masuk ke Korea Selatan Wajib Karantina 10 Hari, Termasuk yang Sudah Vaksin

Baca juga: 12 Orang Ditangkap Polisi setelah Jual Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu Seharga Rp 6,4 Juta