Breaking News:

Viral Wanita Marah-marah karena Diblokir dari Penerbangan Meski Sudah Beli Tiket Pesawat

Wanita yang bernama Lucy Jones mengaku dirinya diblokir dari penerbangan British Airways tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Penulis: Nurul Intaniar
Editor: Nurul Intaniar
Flickr/ debaird™
Ilustrasi tiket pesawat 

TRIBUNTRAVEL.COM - Seorang penumpang wanita terlihat marah-marah di bandara atas insiden yang kurang menyenangkan baginya.

Wanita yang bernama Lucy Jones ini mengaku dirinya diblokir dari penerbangan British Airways.

Padahal ia sudah membeli tiket pesawat, akunya.

Lucy Jones tiba di Bandara Heathrow London, Inggris pada Selasa (18/5/2022) pagi karena tak sabar ingin terbang.

Sesampainya di bandara, ia diberitahu bahwa terlalu banyak orang yang memesan tempat duduk sehingga ia diblokir oleh penerbangan.

Wanita yang berprofesi sebagai wartawan itu tidak diizinkan terbang karena tidak dapat check-in online pada Selasa kemarin.

Padahal, aku Lucy dia sudah berusaha check-in online tapi selalu gagal.

"Ini benar-benar pengalaman mengerikan," kata Lucy.

Baca juga: Sekelompok Penggemar Klub Bola Dikeluarkan dari Pesawat karena Bikin Gaduh Penerbangan

British Airways yang lepas landas dari London Heathrow Airport
British Airways yang lepas landas dari London Heathrow Airport (Isaac Struna /Unsplash)

"Saya baru saja ke Bandara Heathrow dan diberitahu staff British Airways bahwa mereka (penumpang lain) telah memesan penerbangan saya secara berlebih. Sehingga saya tidak bisa terbang. Bagaimana staff itu bisa membiarkan ini terjadi?!!"

"Padahal saya sudah mencoba untuk check-in online beberapa kali kemarin, dan terus mendapatkan pesan kesalahan yang mengatakan bahwa 'check-in online tidak tersedia untuk penerbangan kami'."

"Jujur, tekanan darah saya sangat tinggi sekarang."

Seorang juru bicara British Airways mengatakan: "Kami melakukan yang terbaik untuk menghindari gangguan perjalanan bagi pelanggan dengan menggunakan data historis untuk mencocokkan jumlah kursi yang tersedia dengan jumlah pelanggan yang kami harapkan untuk bepergian, tetapi pada kesempatan langka, kami salah."

"Kami meminta maaf kepada pelanggan yang mungkin terpengaruh (merasa dirugikan) dan kami akan selalu memperbaikinya."

Ternyata tak sedikit orang yang bernasib seperti Lucy.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved