Breaking News:

Kasus Covid-19 Melonjak, Singapura Perpanjang Pembatasan Sampai 21 November

Singapura akan memperpanjang pembatasan sampai November 2021 karena kasus Covid-19 meningkat.

Penulis: Nurul Intaniar
Editor: Nurul Intaniar
Marina One Singapore
Merlion Park di Singapura 

TRIBUNTRAVEL.COM - Singapura akan memperpanjang pembatasan Covid-19 untuk satu bulan ke depan.

Kebijakan ini diumumkan setelah Singapura melaporkan ada 18 kematian baru akibat Covid-19.

Perhitungan tersebut merupakan jumlah tertinggi selama pandemi.

Dalam rilis berita Kamis, (21/10/2021) Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan langkah-langkah yang saat ini akan dilakukan yaitu memperpanjang pembatasan sampai 21 November 2021 mendatang.

Aturan ini diberlakukan untuk menekan jumlah kasus Covid-19 yang naik lebih dari 3.800 pada Rabu (20/10/2021), lapor CNN.

Baca juga: Aturan Terbaru Terkait Pembatasan Aktivitas Masyarakat Selama Libur Idul Adha 2021

Patung Merlion di Singapura
Patung Merlion di Singapura (Squirrel_photos /Pixabay)

"Sayangnya, mengingat tekanan yang terus berlanjut pada sistem perawatan kesehatan kami, lebih banyak waktu diperlukan untuk menstabilkan situasi," kata kementerian itu dalam pernyataannya, seraya menambahkan rumah sakit bersiap untuk "beban pasien yang berat dan berkelanjutan."

"(Kementerian) melakukan apa pun yang kami bisa untuk mendukung dan memperkuat rumah sakit," kata pernyataan itu.

Lawrence Wong, salah satu ketua gugus tugas Covid-19 Singapura, mengatakan pada Rabu bahwa staf medis "keletihan dan kelelahan."

"Pada situasi saat ini, kami menghadapi risiko yang cukup besar dari sistem perawatan kesehatan yang kewalahan," tambahnya.

Singapura sebelumnya telah mengumumkan pada bulan Juni bahwa mereka akan meninggalkan strategi nol-Covid demi rencana baru untuk hidup dengan virus.

Pergeseran itu dimungkinkan berkat tingkat vaksinasi yang tinggi di Singapura, yang termasuk terbaik di dunia.

Pada 19 Oktober, 84% populasi Singapura telah divaksinasi penuh terhadap Covid-19, dan 85% telah menerima setidaknya satu dosis, menurut Kementerian Kesehatan.

Ilustrasi Patung Merlion di Singapura
Ilustrasi Patung Merlion di Singapura (Pixabay.com/Holgi)

Namun, pada akhir September, Singapura terpaksa menunda pelonggaran pembatasan di tengah lonjakan kasus yang disebabkan oleh varian Delta yang sangat menular.

Pembatasan baru, yang dikenal sebagai "Fase Stabilisasi", mulai berlaku pada 27 September dan semula dijadwalkan berakhir 24 Oktober mendatang.

Baca juga: Aturan Pembatasan Sosial Dicabut, Kaum Muda Inggris Rayakan Pesta Hari Kebebasan Covid-19

Baca juga: Pembatasan Kapasitas dan Jam Operasional Usaha Pariwisata di Jakarta Selama PPKM Mikro

Di bawah langkah-langkah ini, pertemuan sosial dibatasi hingga maksimal dua orang, dan para pekerja didorong untuk tinggal di rumah.

Diperpanjangnya masa pembatasan ini juga akan ditinjau selama dua minggu awal, kata Kementerian Kesehatan, dan akan disesuaikan berdasarkan kondisi terbaru masyarakat terhadap Covid-19.

Selama 28 hari terakhir, 98,7% kasus lokal yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala atau memiliki gejala ringan, dan hanya 0,1% yang harus dirawat di ICU, kata rilis berita tersebut.

Dari 3.862 infeksi virus corona baru yang diidentifikasi Rabu, 630 terkait dengan asrama pekerja migran, kata kementerian itu.

Kasus-kasus yang tersisa hampir seluruhnya di kalangan masyarakat setempat.

Jumlah kematian keseluruhan Singapura dari pandemi sekarang mencapai 264, kata kementerian itu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved