Breaking News:

Dua Negara Ini Akan Bangun Stasiun Luar Angkasa di Bulan Sebagai Fasilitas Penelitian Ilmiah

China dan Rusia berencana membangun stasiun luar angkasa di bulan sebagai fasilitas penelitian ilmiah.

Flickr/ Heather Smithers
Ilustrasi permukaan bulan 

TRIBUNTRAVEL.COM - Penelitian tentang luar angkasa kini semakin meluas.

Bahkan ada dua negara yaitu China dan Rusia yang belum lama ini telah mengumumkan rencananya untuk membangun stasiun luar angkasa di bulan.

Badan antariksa Rusia, Roscosmos, mengatakan telah membuat kesepakatan dengan Administrasi Luar Angkasa Nasional China untuk membangun fasilitas penelitian di permukaan bulan, atau bisa juga pada orbit, atau keduanya.

Sebuah pernyataan dari badan antariksa kedua negara mengatakan fasilitas ini bisa digunakan oleh negara-negara lain.

Pengumuman ini diluncurkan menjelang perayaan 60 tahun penerbangan luar angkasa berawak pertama Rusia.

Stasiun Penelitian Ilmiah Internasional Bulan akan melakukan berbagai penelitian ilmiah termasuk eksplorasi dan pemanfaatan bulan, kata pernyataan dari kedua badan antariksa.

Baca juga: Keren! NASA Berhasil Abadikan Foto Sungai Emas di Amazon dari Luar Angkasa, Yuk Lihat

Ilustrasi Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Ilustrasi Stasiun Luar Angkasa Internasional. (Flickr/NASA's Marshall Space Flight Center)

"China dan Rusia akan menggunakan pengalaman mereka yang terakumulasi di bidang ilmu ruang angkasa, penelitian dan pengembangan dan penggunaan peralatan luar angkasa, teknologi luar angkasa untuk bersama mengembangkan peta jalan untuk pembangunan stasiun penelitian ilmiah internasional bulan," sebut pernyataan dalam bahasa Mandarin.

Laporan ini juga menyebutkan, Rusia dan China akan berkolaborasi dalam perencanaan, desain, pengembangan dan pengoperasian stasiun penelitian.

Chen Lan, seorang analis yang khusus bekerja pada program luar angkasa China mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa proyek ini adalah "kesepakatan besar".

"Ini akan menjadi proyek kerja sama luar angkasa internasional terbesar bagi China, jadi ini sangat signifikan," katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Nurul Intaniar
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved