Breaking News:

Syarat Wajib Bagi Wisatawan yang Bepergian ke Inggris: Karantina 10 Hari di Hotel

Pemerintah Inggris mengungkap akan mengeluarkan aturan wajib karantina di hotel bagi wisatawan yang kembali dari puluhan negara

Photo by Eduard Militaru on Unsplash
Ilustrasi ruangan karantina 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pemerintah Inggris mengungkap akan mengeluarkan aturan wajib karantina di hotel bagi wisatawan yang kembali dari puluhan negara yang dianggap sebagai resiko tinggi Covid-19.

Dilansir dari Express.co.uk, Aturan ini akan berlaku pada pertengahan bulan ini, yakni 15 Februari 2021.

Kebijakan yang berlaku, akan mewajibkan seluruh warga Inggris yang kembali dari negara yang masuk daftar larangan perjalanan untuk melakukan isolasi mandiri di hotel yang sudah disetujui.

Pengunjung lain dari 33 negara yang ada dalam daftar itu mencakup seluruh negara Amerika Selatan dan Afrika Selatan dilarang masuk ke Inggris.

Baca juga: Sejumlah Maskapai Sesuaikan Kebijakan Penggunaan Masker Bagi Penyandang Disabilitas

Wisatawan akan dijemput di pelabuhan dan dibawa langsung dengan taksi khusus atau minibus ke hotel mereka yang harus dibayar sendiri.

Menurut Home Office, pemilik hotel juga akan diminta untuk menyediakan kamar lebih dari 1.000 orang baru setiap harinya.

Wisatawan wajib tinggal di kamar hotel selama 10 hari dengan penjaga keamanan untuk menemani mereka jika memerlukan bantuan.

Dokumen tersebut mengatakan petugas kemanan akan menemani mereka yang ingin mengakses ke luar untuk mencari udara segar.

Hotel karantina didirikan di dekat Bandara utama termasuk, Heathrow, Gatwick, Loncon City, Birmingham, Bristol, Manchester, Edinburgh, Glasgow, dan Aberdeen.

Menurut laporan, pemerintah berharap hotel-hotel tersedia secara eksklusif.

Para wisatawan akan mendapatkan fasilitas layanan untuk makan tiga kali sehari di kamar mereka dengan kopi, teh, dan juga buah yang tersedia.

Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan langkah tersebut pada akhir bulan lalu dengan penundaan dalam penerapan langkah tersebut yang menarik banyak kritik dari pihak oposisi dan industri perjalanan.

Menteri Dalam Negeri Tenaga Kerja Nick Thomas-Symonds mengatakan bahwa kebijakan tersebut tidak akan berlaku sampai 15 Februari.

"Kami berpacu dengan waktu untuk melindungi perbatasan kami dari strain Covid bari", jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved