Breaking News:

Selandia Baru Akan Terus Menutup Perbatasan Negara hingga Warganya Tervaksinasi

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Arden, mengatakan bahwa ia tidak akan membuka perbatasan negara sampai warganya tervaksinasi.

Flickr/ Stefan Wagener
Mount Cook, Selandia Baru 

TRIBUNTRAVEL.COM - Selandia Baru telah mendapat banyak pujian karena tidakan cepat dan ketat dalam mengendalikan penyebaran COVID-19.

Sejak dimulainya pandemi pada tahun lalu, negara itu total melaporkan 2.295 kasus dan 25 kematian, menurut data dari Resource Center Coronavirus Johns Hopkins.

Dilansir TribunTravel laman Travel + Leisure, Kamis (28/1/2021), Selandia Baru diketahui telah menutup perbatasannya sejak pertengahan Maret 2020.

Meski berhasil meratakan kurva penularan COVID-19, negara itu belum akan membuka kembali perbatasannya untuk wisatawan asing.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Arden, dalam konferensi pers pada Selasa (26/1/2021).

Ardern mengatakan bahwa ia tidak akan membuka kembali perbatasan negara sampai warganya "divaksinasi dan dilindungi", lapor The Guardian.

Baca juga: Travel Bubble Australia dan Selandia Baru Ditutup Selama 72 Jam Akibat Kasus Covid-19 Baru

"Selandia Baru hanya akan benar-benar merasa kembali normal ketika ada tingkat normalitas tertentu di belahan dunia lainnya juga," kata Ardern.

"Tetapi mengingat risiko di dunia di sekitar kita dan ketidakpastian peluncuran vaksin secara global, kita dapat memperkirakan perbatasan kita akan terpengaruh hampir sepanjang tahun ini," tambahnya.

Gagasan bahwa negara kepulauan itu akan tetap tutup sepanjang 2021 tentu sangat mengejutkan.

Kendati demikian, Arden memiliki alasan tertentu terkait kebijakan tersebut.

Auckland, New Zealand
Auckland, New Zealand (Flickr/ Pedro Szekely)
Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Muhammad Yurokha May
Editor: Nurul Intaniar
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved