Breaking News:

Hati-hati, BMKG Peringatkan Potensi Awan Cumulonimbus, Bisa Ganggu Penerbangan di Wilayah Ini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan maskapai penerbangan agar waspada terhadap awan cumulonimbus.

Foto oleh Jan Rosolino di Unsplash
Ilustrasi pesawat yang sedang lepas landas 

TRIBUNTRAVEL.COM - Insiden kecelakaan pesawat bisa saja terjadi dengan berbagai alasan.

Satu di antaranya karena faktor cuaca yang mungkin ada kaitannya dengan keberadaan awan cumulonimbus (Cb).

Berbicara soal awan cumulonimbus, belum lama ini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan kepada seluruh maskapai penerbangan untuk waspada terhadap potensi munculnya awan cumulonimbus untuk beberapa hari ke depan.

Hal ini ditegaskan oleh Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (23/1/2021).

Seperti diketahui, awan cumulonimbus adalah salah satu jenis awan yang bisa memicu terjadinya berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang, badai petir, gelombang tinggi, curah hujan yang tinggi, tornado, puting beliung, dan waterspout.

Awan ini terbentuk di bagian bawah troposfer, yakni lapisan atmosfer yang paling dekat dengan permukaan Bumi.

Baca juga: Maskapai Jerman Akan Buka Penerbangan Non-stop Terpanjangnya, Waktu Tempuh hingga 15 Jam

Karena penguapan dan efek rumah kaca, wilayah ini menghasilkan udara hangat yang memungkinkan terciptanya awan cumulus dan awan cumulonimbus.

Turbulensi yang diciptakan oleh gesekan antara udara dan permukaan bumi dikombinasikan dengan panas yang tersimpan dari matahari, sehingga membantu mendorong sebagian besar cuaca.

Ilustrasi pesawat yang sedang melintasi lautan.
Ilustrasi pesawat yang sedang melintasi lautan. (Flickr/ MD111)

Cumulonimbus juga sering disebut sebagai salah satu penyebab utama kecelakaan pesawat.

Salah satunya, meski masih diselidiki penyebab pastinya, kejatuhan pesawat Sriwijaya Air JT 182 beberapa waktu lalu kemungkinan akibat faktor cuaca terkait dengan keberadaan awan cumulonimbus.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Nurul Intaniar
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved