Breaking News:

Viral, Penumpang Mabuk Ini Serang Pramugari dan Sebabkan Kekacauan di Pesawat

Seorang penumpang dalam keadaan mabuk telah menyerang pramugari hingga dijatuhi hukuman penjara.

Pixabay/RyanMcGuire
Ilustrasi penumpang pesawat duduk di kabin 

TRIBUNTRAVEL.COM - Melakukan penerbangan memang dianjurkan tidak mengonsumsi alkohol karena bisa sebabkan sakit perut hingga mabuk.

Seperti yang baru-baru ini terjadi, seorang penumpang kedapatan mabuk dan menyerang pramugari.

Dengan kasar, penumpang mabuk itu meneriaki pramugari untuk menyerahkan botol yang dia bawa di pesawat.

Kisah ini telah terdengar sampai pihak pengadilan.

Dominic Bol Bol, 29, berperilaku sangat buruk dalam penerbangan Tiger Airways dari Sydney ke Adelaide sehingga kru maskapai berkali-kali mengancam untuk membalikkan pesawat kembali ke Sydney.

Tapi di pengadilan, dia memiliki argumen sendiri dengan mengatakan jika semua yang dituduhkan padanya adalah bohong dan tidak benar, ketika Hakim John Fahey menjatuhkan hukuman enam bulan di penjara.

Baca juga: Sejumlah Cerita Gelap Pramugari Selama Bekerja, Layanan Seks hingga Penumpang Menyebalkan

Hakim Fahey mengatakan bahwa Bol Bol mabuk dan membawa botol alkohol dan jus lidah buaya ketika dia naik pesawat pada 29 Agustus 2019.

Ilustrasi penumpang pesawat
Ilustrasi penumpang pesawat (pexels/Skitterphoto)

"Saya tidak tahu bagaimana bisa kamu naik pesawat saat berada di negara bagian itu," katanya di Pengadilan Magistrat Adelaide.

Setelah lepas landas, Bol Bol menyalakan musik keras dari ponselnya dan mencoba berbicara dengan seorang wanita yang duduk di dekatnya.

Dia juga berdiri seenaknya meskipun pramugari berkali-kali memintanya untuk tetap duduk dan mematikan musik.

Hakim Fahey mengatakan jika seorang pramugari yang memintanya untuk menyerahkan botol tersebut telah mendapat pelecehan dari penumpang itu.

"Kamu sudah diberitahu bahwa jika kamu tidak bisa bersikap baik maka pesawat mungkin akan dialihkan kembali ke Sydney," katanya, seperti yang dikutip TribunTravel dari News.com.au, Rabu (13/1/2021).

“Sekali lagi kamu diminta untuk menyerahkan botol jus lidah buaya."

“Dan kamu menolak, tapi bagaimanapun juga, (botol jus lidah buaya) itu akan disita darimu.”

Bol Bol dengan lantang berkata kepada petugas "f *** off, give me back my bottle", berdiri dan berjalan menuju bagian depan pesawat.

Dia mencoba untuk berjalan maju ke ruang kokpit sambil terus meminta botolnya dikembalikan.

Lalu dia melambaikan tangannya, mengepalkan tinjunya dan mendorong anggota kru maskapai.

Hakim Fahey mengatakan bahwa sebagian penumpang turun tangan untuk membantu menenangkan Bol Bol, sebelum dia menargetkan untuk menyerang seorang manajer kabin dan anggota awak.

"Kamu mendorong manajer kabin dan bertindak dengan cara yang mengancam ke arahnya," katanya.

“Akhirnya ada panggilan telepon ke Polisi Federal Australia dan ketika kamu tiba di bandara, kamu langsung ditahan.”

Bol Bol, dari Klemzig di utara Adelaide, kemudian mengembalikan pembacaan kadar alkohol dalam darah sebesar 0,240.

"Itu pembacaan yang sangat tinggi dan tidak diragukan lagi pasti kadarmu lebih tinggi dari itu ketika sedang berada di pesawat, yang sudah pasti dapat menjelaskan perilakumu," kata Magistrate Fahey.

Hakim mengatakan jika pesawat adalah lingkungan yang terbatas dan penumpang bergantung satu sama lain untuk berperilaku dan menanggapi petunjuk dari awak kabin.

"Saya hanya bisa membayangkan betapa menakutkannya hal itu bagi orang-orang di pesawat," katanya.

"Saya pikir, mereka pasti sangat prihatin dengan perilakumu."

Bol Bol memiliki sejarah tidak menghadiri sidang yang dijadwalkan, dan datang terlambat 45 menit untuk persidangan.

Dia mengaku bersalah menyerang atau mengancam kru maskapai dan dijatuhi hukuman penjara selama enam bulan.

Hakim Fahey mengatakan jika perilaku itu berbahaya dan "sangat mengkhawatirkan" dan dia juga menolak untuk menangguhkan hukuman.

Bol Bol, yang sebelumnya divonis bersalah atas penyerangan dan pelanggaran, tampak terkejut saat dia digiring menjauh dari dermaga oleh staf pengadilan.

Dia juga mengaku bersalah atas perilaku ofensif dan tidak teratur di dalam pesawat dan gagal mengenakan sabuk pengaman saat lepas landas dan mendarat.

Untuk pelanggaran tersebut, dia dihukum tetapi tidak diberikan hukuman lebih lanjut.

Baca juga: 4 Penumpang dari London Positif Covid-19 Setelah Tiba di Bandara India

Baca juga: PPKM Jawa-Bali, Kemenhub Longgarkan Batasan Penumpang di Pesawat

Baca juga: Perbedaan Penerbangan Nonstop dan Direct yang Sering Buat Calon Penumpang Bingung

Baca juga: Duduk Dekat Penumpang dengan Bau Badan Tak Sedap? Pramugari Ini Bagikan Tips Mengatasinya

Baca juga: Isi Kotak Ceri Miliknya Berkurang Saat Ditinggal di Bandara, Penumpang Ini Curigai Staf Maskapai

(TribunTravel.com/Nurul Intaniar)

Ikuti kami di
Penulis: Nurul Intaniar
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved