Breaking News:

Bekintangon, Tradisi Pacaran Orang Rimba, Lelaki Wajib Mengabdi Pada Calon Mertua Selama 2.000 Hari

Orang rimba memiliki tradisi dalam berpacaran, yakni Bekintangon. Sang lelaki diharuskan mengabdi kepada calon mertua selama 2.000 hari.

unsplash.com/srosinger3997
Ilustrasi berpasangan - Tradisi bekintangon Orang Rimba, sang lelaki harus mengabdi pada calon mertua selama 2.000 hari, sentuh tangan perempuan dan ajak berbicara sang perempuan bisa kena denda. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Suku anak dalam (SAD) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Orang Rimba adalah sebuah suku lokal dari Provinsi Jambi.

Orang Rimba memiliki beragam tradisi yang masih terus dilakukan hingga kini, termasuk tradisi Bekintangon.

Tradisi Bekintangon adalah pengabdian dalam menjalani proses berpacaran Orang Rimba.

Dalam peradaban Orang Rimba, perempuan rimba menempati posisi tinggi.

Hal ini terlihat dari dukun atau malim yang adalah seorang perempuan, garis keturunan pun berasal dari perempuan.

Baca juga: Karang Memadu, Tempat Pengasingan Warga Desa Penglipuran yang Melakukan Poligami di Bali

Bahkan, untuk mengukuhkan tumenggung atau pemimpin Orang Rimba dalam struktur masyarakat mereka, juga dilakukan oleh perempuan.

Tradisi Bekintangon sendiri mengatur seorang lelaki agar mengabdi kepada perempuan (pujaan hati) beserta keluarga si perempuan selama bertahun-tahun.

Sebelum menikahi perempuan pujaan hatinya, lelaki Rimba harus mengabdi terlebih dahulu selama 2.000 hari.

Hal ini dilakukan untuk membuktikan ketulusan dan kepandaian dalam mencari makan, berburu, dan meramu.

Tradisi Bekintangon ini juga diabadikan dalam buku Butet Manurung, Sokola Rimba.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: ronnaqrtayn
Editor: ronnaqrtayn
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved