Breaking News:

Menilik Keindahan Krueng Siron, Wisata Baru di Aceh yang Dulunya Camp Latihan GAM

Satu destinasi alam yang bisa dikunjungi adalah Sungai Siron di Aceh. Sungai Siron, begitulah masyarakat setempat menyebut lokasi ini.

SERAMBINEWS.COM/HENDRI
Pengunjung menikmati pemandian di lokasi wisata Krueng Siron, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Era new normal, tempat wisata alam banyak jadi favorit wisatawan.

Di Indonesia banyak sekali wisata alam yang menawarkan keindahan alam dan juga budaya.

Satu destinasi alam yang bisa dikunjungi adalah Sungai Siron di Aceh.

Sungai Siron, begitulah masyarakat setempat menyebut lokasi ini.

10 Kuliner Khas Aceh yang Enak dan Wajib Dicoba, Ada Kopi Sanger hingga Sie Kameng

Nama ini sebenarnya bukanlah nama resmi untuk lokasi dimaksud. 

Tapi masih sebutan masyarakat setempat, karena lokasi ini terletak di kawasan Gampong Siron Krueng, Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Aceh.

Seperti halnya namanya yang belum resmi, lokasi yang menawarkan sensasi kesegaran alami aliran air pegunungan ini, belum dikenal luas oleh masyarakat Aceh.

Namun, Seiring terbukanya akses jalan, lokasi ini mulai dikunjungi dan menjadi pilihan tujuan wisata sejumlah warga, terutama warga Aceh Besar dan Banda Aceh.

Banyak warga memilih berwisata ke destinasi wisata yang berada di ruas jalan baru, lintas Kota Jantho (Aceh Besar) - Lamno (Aceh Jaya).

Letak

Sungai Siron, terletak di kawasan Gampong Siron Krueng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar.

Di lokasinya dapat merasakan suasana sejuk alami, karena berada di kawasan lindung Ulu Masen dan perbukitan.

Ke Lokasi

Menuju ke sana, dapat dilewati dengan menyusuri jalan dari Kota Jantho yang sudah teraspal.

Sementara sebagian ruas jalan tembus sampai ke Lamno masih dikerjakan dengan panjang total sekitar 65 kilometer.

Sejarah

Menurut masyarakat setempat, ketika konflik Aceh sedang membara, daerah ini merupakan tempat latihan pasukan Gajah Keng, unit khusus kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Aceh Rayeuk (Aceh Besar).

Karenanya, lokasi ini masih tidak tersentuh pembangunan hingga penghujung tahun 2010.

Setelah konflik mereda, lokasi ini mulai terbuka seiring dimulainya pembukaan ruas jalan tembus dari Jantho (Aceh Besar) ke Lamno (Aceh Jaya).

Ini merupakan jalur alternatif bagi warga dari pantai barat-selatan Aceh yang ingin ke pantai timur-utara Aceh, maupun sebaliknya.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved