Breaking News:

Rekomendasi Wisata

Menikmati Liburan Ekstrem ke Pemakaman Unik di Desa Trunyan, Berani Datang Sendirian?

Menikmati liburan eksrem ke pemakaman unik di Desa Trunyan, berani datang sendirian?

KLOOK
Desa Trunyan Bali 

TRIBUNTRAVEL.COM - Sudah pernah datang ke Desa Trunyan?

Bagi kamu penikmat genre horor wajib mencoba liburan ke Desa Trunyan, minimal sekali seumur hidup.

Dari kejauhan saja mungkin kamu sudah akan merinding melihat suasananya.

Desa Trunyan ini berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Banglie, Bali.

Ilustrasi Desa Trunyan
Ilustrasi Desa Trunyan (Instagram/ @bali.sakral)

Pemakaman Trunyan hingga Danau 3 Warna, 5 Wisata Unik Indonesia yang Bikin Turis Manca Penasaran

Desa Trunyan menyuguhkanmu dengan keindahan alam yang sangat mempesona.

Masih sangat kental adat, budaya, dan tradisi di sana sehingga membuat Desa Trunyan memiliki daya tarik tersendiri.

Biasanya jenazah orang yang meninggal akan dimasukkan ke dalam peti atau dikuburkan.

LIHAT JUGA:

Desa Trunyan - Ini Upacara Kematian Unik di Bali, Jenazah Dibiarkan Membusuk di Bawah Pohon Suci

Saat mengunjungi Desa Trunyan kamu akan terkejut melihat tempat pemakaman di sana.

Jenazah yang ada di Desa Trunyan tidak dimasukkan ke dalam peti, tetapi semua jenazah akan dibiarkan begitu saja.

2 dari 3 halaman

Semua jenazah digeletakkan di tempat khusus yang bernama Seme Wayah.

Biasanya tempat untuk meletakkan jenazah ini berada tepat di bawah pohon besar Taru Menyan.

Trunyan - Menakjubkan! Meski Digeletakkan Begitu Saja, Mayat di Pemakaman Ini Tak Keluarkan Bau

Anggota keluarga jenazah harus menyiapkan bambu untuk memberi pagar jenazah yang akan diletakkan.

Setelah jenazah diletakkan dan diberi pagar bambu, biasanya anggota keluarga akan memberikan sesajen tepat di samping jenazah.

Jenazah yang biasa diletakkan di tempat terbuka akan mengeluarkan aroma busuk.

Hal ini tidak berlaku untuk jenazah yang ada di Desa Trunyan.

Semua jenazah di Desa Trunyan sama sekali tidak mengeluarkan aroma busuk.

Konon katanya semua jenazah yang diletakkan di bawah pohon Taru Menyan tidak akan berbau busuk karena adanya pohon Taru Menyan.

Pohon Taru Menyan ini sudah sangat lama dinilai sebagai pohon yang bisa menetralisir aroma busuk pada jenazah.

Wisatawan yang datang ke Desa Trunyan juga akan mendapatkan cerita mitos tentang kisah mistis jenazah yang diletakkan di Desa Trunyan.

3 dari 3 halaman

Terdapat kisah unik dari Desa Trunyan terkait jenazah yang digeletakkan di sana.

Jenazah yang semasa hidupnya berkelakuan baik dipercaya jenasahnya akan cepat membusuk dan menjadi tulang belulang.

Sedangkan jenazah yang semasa hidupnya berkelakuan kurang baik dipercaya jenasahnya akan lama proses pembusukannya untuk menjadi tulang belulang.

Nah jika ingin berkunjung ke Desa Trunyan siapkan kantong yang lebih tebal, karena tiket masuk dan biaya penyeberangannya agak menguras kantong.

Kamu harus merogoh kocek Rp 1 juta untuk 7 orang atau sekitar Rp 750 ribu untuk 2 orang.

Biaya tersebut sudah termasuk harga tiket masuk ke Desa Trunyan, biaya penyeberangan, dan biaya sewa perahu untuk menyeberang.

Promo Chatime April 2019 - Bayar dengan GoPay Dapat Cashback hingga 30 Persen, Lihat Ketentuannya

5 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula, Termasuk Mudah Berjerawat hingga Kerusakan Gigi

Mengenal Lebih Dekat Jewel Changi Airport yang Dijuluki City in A Garden

Jangan Langsung Sarapan! Minum Air Kismis Setelah Bangun Tidur Bisa Membuang Racun dalam Hati

Demi tingkatkan kapasitas, Terminal tertua di Bandara Changi ini Lakukan Perubahan

(TribunTravel.com/ Nurul Intaniar)

Selanjutnya
Sumber: Tribun Travel
Tags:
TribunTravel.comLiburan EkstremPemakaman Unik di Desa Trunyan
BeritaTerkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved