Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Liburan ke Jepang

5 Makanan Paling Viral di Kyoto Jepang, Cobain Lembutnya Yodofu yang Berpadu dengan Rumput Laut

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Yudofu, satu menu makanan viral di Kyoto Jepang yang wajib dicoba.

Kamu hanya perlu mengambil tahu dan memakannya bersama dengan saus celup, yang biasanya merupakan vinaigrette berbahan dasar kecap ponzu.

Yudofu lahir di Kyoto dari shojin ryori , yang merupakan masakan vegetarian yang awalnya berasal dari pantangan makanan para biksu Buddha.

Restoran khusus yudofu didirikan di dekat kuil Nanzenji sekitar 1635 dan beberapa masih ada sampai sekarang.

2. Hamo

Hamo, satu makanan viral di Kyoto Jepang yang wajib dicoba. (Flickr/Nullumayulife)

Baca juga: Kurangi Kepadatan Pariwisata, Kyoto Jepang akan Hapus Tiket Bus Satu Hari

Hamo bergigi runcing bukanlah jenis belut yang mudah dinikmati.

Tulang-tulang kecil membentang di sepanjang tubuhnya yang ramping.

Untuk membuatnya dapat dimakan, koki memasukkan potongan setengah ke dalam daging yang sudah diiris – 24 potongan dalam setiap rentang tiga sentimeter.

Hamo bisa direbus atau dipanggang, digoreng, bahkan disajikan sebagai shabu-shabu atau sup nabe.

Hamo rebus dingin yang disajikan dengan saus tart ume (plum) sangat populer di musim panas

Sifat belut sama ganasnya dengan giginya dan hamo diketahui menggigit jari koki yang tidak waspada bahkan setelah tenggorokannya dipotong.

Kekuatan hidup yang kuat inilah yang menjadikan hamo bagian dari budaya Kyoto – cukup kuat untuk bertahan dalam perjalanan panjang dan lambat ke kota yang terkurung daratan di masa jayanya.

3. Tsukemono (acar Jepang)

Tsukemono, satu makanan viral di Kyoto Jepang yang wajib dicoba. (Flickr/T.Tseng)

Baca juga: 5 Kafe Matcha Terbaik di Kyoto Jepang, Nakamura Tokichi Sudah Ada Sejak 1854

Jauh sebelum lemari es pertama dibuat, Jepang mengawetkan sayurannya dengan mengasinkannya dalam garam.

Ketika Kyoto menjadi ibu kota negara pada tahun 794, berbagai barang dari seluruh Jepang mulai dibawa ke Kyoto dan istana kekaisaran.

Pengrajin lokal bekerja untuk lebih menyempurnakan produk ini, sehingga menciptakan berbagai macam kerajinan Kyoto, salah satunya adalah tsukemono.

Halaman
1234