TRIBUNTRAVEL.COM - Perilaku konyol dan menyebalkan penumpang pesawat tidak hanya bisa dijumpai saat penerbangan berlangsung, namun juga saat berada di bandara.
Mulai dari barang bawaan aneh dan tak masuk akal, hingga kelakuan konyol yang dilakukan sepasang suami istri.
Pasangan suami istri diketahui lebih memilih meninggalkan bayinya daripada harus membayar kursi tambahan untuk sang bayi.
Melansir Simple Flying, Jumat (10/2/2023), diketahui insiden tersebut terjadi pada hari Selasa (31/1) di Bandara Internasional Ben Gurion (TLV) Israel.
Baca juga: Semua Penumpang Susi Air Berhasil Diselamatkan, Hanya Pilot Pesawat yang belum Bisa Dievakuasi
Pasangan suami istri itu rencananya akan melakukan perjalanan udara bersama bayi mereka ke Bandara Brussels South Charleroi (CRL) menggunakan Ryanair.
Namun, keduanya datang terlambat di bandara.
LIHAT JUGA:
Dan saat check-in, pasangan yang belum teridentifikasi tersebut diberitahu bahwa mereka harus membeli kursi tambahan untuk si bayi.
Daripada harus mengeluarkan uang tambahan, pasangan itu memutuskan untuk meninggalkan bayi mereka.
Setelah meninggalkan bayi dengan kereta dorongnya, pasangan itu mencoba melewati keamanan untuk mengejar penerbangan mereka.
Baca juga: Viral Pramugari Curhat Barang di Pesawat yang Riskan Dicuri Penumpang, Bisa Berbahaya
Agen check-in lantas menghubungi pihak keamanan bandara yang menjemput pasangan itu dan memberi tahu polisi setempat.
Otoritas Bandara Israel telah mengonfirmasi insiden tersebut dalam sebuah pernyataan yang berbunyi:
"Sepasang suami istri dan seorang bayi dengan paspor Belgia tiba untuk penerbangan di Terminal 1 tanpa tiket untuk bayinya. Pasangan itu juga datang terlambat untuk penerbangan, setelah check-in penerbangan ditutup. Pasangan itu meninggalkan bayi dan kereta dorongnya lalu berlari menuju pemeriksaan keamanan di Terminal 1 dalam upaya untuk mencapai gerbang keberangkatan penerbangan."
Sumber dari kepolisian setempat mengatakan bahwa bayi tersebut sekarang bersama orang tuanya dan masalah tersebut tidak memerlukan penyelidikan lebih lanjut.
Pihak Ryanair Tak Percaya
Baca tanpa iklan