Setiap daerah di Jepang telah mengadopsi hidangan uniknya sendiri untuk osechi, meskipun semuanya memiliki kesamaan.
Menu Osechi terdiri dari makanan panggang, hidangan yang direbus, sayuran yang diberi cuka, dan hidangan pesta.
Hidangan osechi di antanya kacang hitam ( kuro-mame ), telur ikan haring asin ( kazunoko), ikan air tawar bakar ( tai ), gulungan rumput laut ( konbu-maki ), udang, dan masih banyak lagi.
Masing-masing memiliki makna keberuntungan.
Kacang hitam ( kuro-mame), misalnya, dianggap menguntungkan karena kata mame memiliki dua arti: "kacang" dan "ketekunan."
Orang Jepang memakan kacang hitam dengan harapan mendapatkan keberuntungan dalam bekerja.
Baca juga: Tolak Perayaan Natal Romantis, Sekelompok Pria di Jepang Heboh Gelar Demo
Demikian pula, warna kuning berkilauan dari pasta kastanye manis ( kuri-kinton ) mengingatkan kita pada emas atau uang, dan dianggap sebagai tanda keberuntungan.
Udang adalah pertanda baik lainnya: karena hewan ini memiliki punggung bulat, dipandang sebagai simbol hari tua yang bahagia.
Liburan Tahun Baru di Jepang berpusat pada keluarga besar.
Sebagian besar keluarga mulai memasak hidangan osechi beberapa hari sebelum Malam Tahun Baru dan memasukkan semuanya ke dalam kotak makanan berpernis bulat atau persegi.
Anggota keluarga dan kerabat berkumpul untuk merayakan awal tahun dan bersantap masakan osechi selama periode liburan dari 1 hingga 3 Januari.
Baca juga: Resep Yakitori, Sate Ayam ala Jepang yang Enak untuk Sajian Malam Tahun Baru 2022
Ambar Purwaningrum/TribunTravel