Aturan lockdown di Austria termasuk di antaranya menutup toko, bar, dan kafe yang tidak penting selama 10 hari.
Keputusan Slovakia untuk kembali melakukan lockdown terjadi setelah pemerintah memberlakukan pembatasan baru pada orang yang tidak divaksinasi minggu ini dalam upaya untuk mendorong inokulasi.
Sebelumnya, Slovakia secara bertahap memperketat pembatasan di daerah-daerah yang terkena dampak parah akibat lonjakan kasus Covid-19 selama sebulan terakhir.
Heger mengatakan, tindakan ini akan dinilai setelah 10 hari dan pelonggaran hanya diberikan untuk yang warga yang telah divaksinasi.
Kurang dari 50 persen orang di negara berpenduduk 5,5 juta ini telah divaksinasi lengkap.
Jumlah vaksinasi ini adalah terendah ketiga di Uni Eropa.
Sebagian besar kasus penularan baru dan rawat inap di Slovakia dialami warga yang belum divaksin.
Presiden Zuzana Caputova mengatakan, negara telah kalah dalam perjuangannya melawan COVID-19 dan harus lockdown karena tenaga medis menjadi terlalu banyak bekerja.
Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit telah mencapai 3.200, mendekati puncak sekitar 3.800 yang terlihat pada gelombang terakhir pandemi.
Dagmar Sudekova, wakil direktur rumah sakit Zilina di daerah yang mengalami jumlah kasus paling parah, mengatakan kepada penyiar RTVS pada Selasa malam (23/11/2021), lebih dari 80 persen pasien belum divaksinasi dan ketersediaan kamar di rumah sakit serta oksigen semuanya penuh. (TribunTravel.com/tyas)
Baca juga: Austria Terapkan Lockdown Total Akibat Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Imbauan Buat WNI
Baca juga: Ingin Bepergian ke Inggris Selama Pandemi Covid-19, Simak Aturan, Syarat dan Kondisi Terbarunya
Baca juga: Selandia Baru Resmi Jadi Bagian dari Sistem Sertifikat Vaksin Covid-19 Digital Uni Eropa
Baca juga: Aturan Masuk Mall dan Tempat Wisata Selama PPKM Level 3 Nataru, Kota Wisata Favorit Diperketat
Baca tanpa iklan