Nekat Masuk Kanada Pakai Sertifikat Vaksin Palsu, Dua Pelancong Didenda Ratusan Juta

Ilustrasi - vaksin Covid-19

TRIBUNTRAVEL.COM - Dua orang pelancong nekat bepergian dari Amerika Serikat ke Kanada menggunakan sertifikat vaksinasi palsu.

Alhasil, keduanya harus menanggung denda hampir sebesar 20.000 dolar atau setara Rp Rp 288 juta

Melansir laman Insider, Senin (2/8/2021), mereka didenda dengan tuduhan pemalsuan dokumen dan gagal mematuhi pedoman masuk.

Kedua pelancong tiba di Toronto, Kanada pada Minggu (18/7/2021) dan diberi sejumlah denda, menurut siaran pers dari Badan Kesehatan Masyarakat Kanada.

Baca juga: Cegah Hasil Tes PCR dan Vaksin Palsu, Penumpang Pesawat Wajib Punya Aplikasi Pedulilindungi

"Setiap pelancong menerima empat denda, total 19.720 dolar untuk setiap pelancong karena memberikan informasi palsu terkait dengan bukti kredensial vaksinasi dan tes pra-keberangkatan, serta untuk ketidakpatuhan terhadap persyaratan untuk menginap di akomodasi resmi pemerintah dan persyaratan pengujian pada saat kedatangan," kata badan tersebut.

Menurut siaran pers, Badan Layanan Perbatasan Kanada "bekerja sama dengan mitra domestik dan internasional untuk mendeteksi dan mencegah dokumen palsu."

Ilustrasi - perbatasan Kanada (Flickr/ Dennis Sylvester Hurd)

Badan itu mengatakan siapa pun yang memberikan informasi palsu dapat mengakibatkan hukuman seperti denda atau tuntutan pidana.

Kanada melonggarkan beberapa persyaratan untuk penduduk yang telah divaksinasi penuh pada 5 Juli 2021 lalu.

Namun, siapapun harus memberikan bukti status vaksinasi penuh sebelum memasuki negara itu.

Baca juga: Penumpang Klaim Dapat Surat Rapid Test Palsu dari Calo, Pihak Bandara Juanda Beri Klarifikasi

Baca juga: Gunakan Sertifikat Tes Covid Palsu, Guru Musik Asal Inggris Hadapi Hukuman Penjara

The Canadian Press melaporkan bahwa orang-orang yang belum divaksinasi penuh harus tinggal di hotel selama tiga hari, serta dikarantina selama sekira dua minggu.

Selain itu, mereka juga akan menerima beberapa tes, termasuk pra-keberangkatan, pada saat kedatangan, dan delapan hari setelahnya.

Menurut Pemerintah Kanada, penduduk Amerika Serikat yang sudah divaksinasi penuh akan mendapatkan lampu hijau untuk melakukan perjalanan ke negara itu pada 9 Agustus 2021 mendatang.

Baca juga: Sebabkan Gangguan dan Sebarkan Kabar Palsu Ada Teroris di Pesawat, Pramugara Ini Ditahan

Insiden serupa juga pernah terjadi di Kanada pada periode awal tahun 2021.

Setidaknya 30 orang telah tertangkap memasuki Kanada dengan hasil tes Covid-19 negatif palsu.

Badan Layanan Perbatasan Kanada (CBSA) telah mengkonfirmasi bahwa setidaknya 30 orang telah mencoba memasuki Kanada dengan menggunakan dokumen palsu, karena tidak mengikuti tes.

Sejak Januari hingga Maret 2021, 10 orang telah dihentikan di bandara Kanada karena membawa dokumen palsu.

Persyaratan yang sama telah diberlakukan untuk perbatasan darat dengan Amerika sejak 15 Februari 2021

Sejak tanggal tersebut, setidaknya 20 orang telah mencoba melintasi perbatasan dengan menggunakan hasil tes palsu.

Baca juga: Sindikat Penjual Hasil Tes PCR Palsu di Bandara Soekarno Hatta Dibongkar, 1 tersangka Positif

Baca juga: Staf Bandara India Pasang Tarif Rp 771 Ribu untuk Palsukan Dokumen dan Bebaskan Turis dari Karantina

(TribunTravel.com/Mym)

Baca selengkapnya soal artikel viral di sini.