3 Stasiun MRT Jakarta Ditutup, Cek Aturan Terbaru Naik Transportasi Umum Selama PPKM Darurat

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MRT Jakarta, Kamis (17/9/2020).

TRIBUNTRAVEL.COM - Tiga stasiun MRT Jakarta ditutup sementara menyesuaikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

Tiga stasiun MRT Jakarta ini di antaranya Stasiun MRT Haji Nawi, Stasiun MRT ASEAN, dan Stasiun MRT Setiabudi Astra.

Plt Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Ahmad Pratomo, menyatakan ketiga stasiun tersebut ditutup mulai hari ini atau Minggu (18/7/2021).

"Penutupan tiga stasiun yang kami lakukan untuk membatasi mobilitas masyarakat khususnya di Jakarta, diharapkan mampu mengurangi angka penyebaran virus Covid-19," kata Pratomo kepada Wartawan, Minggu (18/7/2021).

Dia menjelaskan, kebijakan ini telah diputuskan bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Beberap hal pun telah dipertimbangkan untuk menutup sementara tiga stasiun tersebut, di antaranya kepadatan stasiun yang rendah, bukan stasiun besar, dan lokasi stasiun yang tidak berdekatan dengan fasilitas pelayanan kesehatan.

Sehubungan dengan itu, MRT Jakarta mengimbau kepada para pengguna untuk dapat menggunakan alternatif stasiun MRT terdekat lainnya, yaitu:

1. Stasiun MRT Cipete Raya dan Stasiun MRT Blok A sebagai alternatif Stasiun MRT Haji Nawi.

2. Stasiun MRT Senayan dan Stasiun MRT Blok M BCA sebagai alternatif Stasiun MRT ASEAN.

3. Stasiun MRT Bendungan Hilir dan Stasiun MRT Dukuh Atas BNI sebagai alternatif Stasiun MRT Setiabudi Astra. 

Baca juga: PPKM Darurat, Kemenag Terbitkan Edaran untuk Takbiran dan Salat Idul Adha di Rumah

Aturan Terbaru Penumpang KRL, MRT, Transjakarta

Bagi masyratakan pekerja yang rutin menggunakan moda transportasi umum seperti KRL, MRT hingga TransJakarta wajib membawa STRP sebagai syarat perjalanan.

Hal ini diatur dalam Surat Edaran (SE) Kemenhub terbaru dalam rangka memperkatat perjalanan menggunakan transportasi umum dan pribadi di masa PPKM Darurat, 3-20 Juli 2020.

"KAI Commuter terus mengingatkan seluruh masyarakat yang menggunakan KRL adalah mereka yang bekerja di sektor esensial dan kritikal," ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba, Minggu (11/7/2021).

Menurut Anne, petugas akan memeriksa dokumen persyaratan setiap penumpang.

Dokumen tersebut bisa berupa STRP, surat keterangan dari pemerintah setempat, ataupun dokumen lain seperti surat tugas.

Hal yang sama berlaku bagi penumpang MRT Jakarta, sebagaimana disampaikan olh Plt Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Ahmad Pratomo.

"Masyarakat yang akan melakukan mobilitas menggunakan MRT Jakarta wajib membawa dan menunjukkan salah satu dari dokumen perjalanan," ujar Ahmad.

"Bagi masyarakat dan pegawai swasta sektor esensial dan kritikal yang tidak bisa menunjukkan salah satu dari surat di atas tidak diperkenankan untuk menggunakan layanan TransJakarta," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa aparatur sipil negara dan tenaga kesehatan cukup menunjukkan kartu tanda pengenal (id card) saja.

Halaman
12