Terungkap Alasan Mengapa Wanita Suku Mursi di Ethiopia Menggunakan Pelat Bibir

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wanita di Suku Mursi yang menggunakan pelat dari kayu untuk meregangkan bibir.

TRIBUNTRAVEL.COM - Suku Mursi banyak dijumpai di Ethiopia selatan, mereka tinggal di antara Sungai Omo dan Sungai Mago.

Suku ini sangat terkenal dengan salah satu tradisi mereka yang cukup aneh dan terbilang ekstrem.

Ketika seorang wanita muda beranjak dewasa, bibirnya akan dipasangi sebuah piringan atau pelat yang terbuat dari kayu.

Melansir laman Pulse.ng, Rabu (14/7/2021), pelat bibir yang dipakai Suku Mursi ternyata merupakan sebuah ritual turun-temurun yang menandakan wanita telah menjadi dewasa.

Baca juga: Suku Ini Gunakan Tengkorak Manusia Sebagai Bantal

Pemasangan pelat bibir melambangkan kewanitaan, kesuburan dan menyiratkan bahwa wanita siap menikah.

Proses pemasangan pelat bibir berlangsung dalam satu periode, dimulai dengan piringan kayu kecil dan meningkat seiring berjalannya waktu.

Ilustrasi - Wanita di Suku Mursi yang menggunakan pelat bibir. (Flickr/ Richard Mortel)

Pentingnya Pelat Bibir bagi Suku Mursi

Antropolog awalnya percaya bahwa pemasangan pelat bibir dipakai untuk mencegah pedagang budak mengambil wanita-wanita Suku Mursi.

Dengan melihat pelat yang terpasang pada bibir mereka, dipercaya bahwa para pedagang budak enggan menjual wanita-wanita tersebut.

Namun, klaim itu telah dibantah.

Baca juga: Suku Ini Dikenal Sebagai Peminum Darah, Konon Bisa Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Pelat bibir yang terpasang pada penduduk wanita Suku Mursi memiliki nilai simbolis.

Bahkan, wanita yang tidak memakai pelat bibir akan dimarahi dan dianggap malas.

Kemungkinan, hal tersebut menyebabkan mahar yang dibayarkan menjadi lebih sedikit.

Secara tradisional, diyakini bahwa seorang wanita muda yang tidak memakai pelat bibir lebih rentan di hadapan pria.

Baca juga: Rahasia Suku Himba Menjaga Badan Tetap Bersih Meski Tak Pernah Mandi

Seorang peneliti Shauna LaTosky yang tinggal bersama penduduk Suku Mursi mewawancarai seorang wanita tua dari suku tersebut, dan inilah yang ia katakan:

"Jika dia mengambil makanan, dia akan merasa malu dan takut pada laki-laki. Dia akan berjalan tergesa-gesa, karena dia tidak memiliki bibir (pelat). Dia akan pergi dengan cepat untuk meletakkan makanan dan tidak akan menyapa siapa pun."

Uniknya, sudah menjadi kepercayaan umum bahwa seorang wanita yang memakai pelat bibir akan memiliki sapi yang lebih sehat dan tahu cara memerah susu sapinya.

Sebaliknya, seorang wanita yang tidak memakai pelat bibir dipandang tidak patuh pada adat istiadat tanah air dan biasanya dicambuk oleh ayah dan kerabat laki-lakinya.

Kendati demikian, tak semua wanita Suku Mursi memakai pelat bibir.

Baca juga: 4 Suku Penjelajah Asal Indonesia, Ada yang Dijuluki Sebagai Viking

Pelat bibir hanya digunakan oleh wanita berusia muda, wanita yang belum menikah dan wanita yang baru saja menikah.

Halaman
12