Sehingga rata-rata orang akan meninggal sekitar 15 detik tanpa bantuan masker oksigen.
Kejadian ini dalam dunia medis sering disebut hipoksia.
Melansir Flight Delight Pay, hipoksia pada dasarnya adalah kekurangan oksigen ke otak dan dapat menyebabkan mual, sakit kepala, dan pada akhirnya akan menyebabkan penumpang menjadi tidak sadarkan diri dan kemungkinan kerusakan otak atau kematian.
Inilah sebabnya mengapa saat instruksi keselamatan pramugari memberitahu untuk mengenakan masker sendiri sebelum membantu orang lain.
Jika mengenakan masker oksigen pada orang lain terlebih dahulu, dikhawatirkan bisa berpotensi pingsan sebelum memasang masker pada diri sendiri.
Selain itu, penumpang juga tidak diperbolehkan meninggalkan tempat dudunya sampai pesawat telah turun ke ketinggian yang aman.
Seberapa sering masker oksigen digunakan?
Statistik menunjukkan bahwa pada tahun 2014, masker oksigen dipasang lebih dari 60 kali dan beberapa di antaranya tidak disengaja.
Namun belakangan ini, jumlah kejadian yang melibatkan penggunaan masker oksigen sangat rendah.
Sehingga hal itu membuat statistik pada penggunaan masker oksigen hampir tidak valid.
(TribunTravel.com/Sinta Agustina)
Baca juga: Rahasia Minuman di Pesawat Terungkap, Pramugari Sarankan Penumpang Hindari Pesan Kopi
Baca juga: Pergi ke Bar saat Masa Pemantauan Kesehatan, Pilot dan Pramugari Harus Bayar Denda Rp 153 Juta
Berita lain terkait fakta penerbangan
Baca tanpa iklan