TRIBUNTRAVEL UPDATE

TRAVEL UPDATE: Uniknya Pasar Ciplukan Karanganyar, Belanja Jajanan Tempo Dulu Pakai Koin Kayu

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Sinta Agustina
Turis dari Uganda yang mengunjungi Pasar Ciplukan dan menukarkan uang dengan koin kayu di Dusun Mlilir, RW 13, Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Minggu (7/3/2021).

TRIBUNTRAVEL.COM - Berbeda dengan pasar pada umumnya, Pasar Ciplukan Karanganya menggunakan koin kayu sebagai alat pembayarannya.

Pasar Ciplukan berlokasi di Lembah Dongde, Dusun Mlilir, Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Tempat yang merupakan destinasi wisata jajanan tempo dulu ini telah dibuka sejak 17 Agustus 2020.

Baca juga: TRAVEL UPDATE: Situ Gede, Destinasi Favorit untuk Menikmati Suasana Sore Hari di Bogor

Pasar yang tawarkan suasana rindang nan asri dengan rimbunnya pepohonan hijau ini menyajikan aneka jajanan tempi dulu.

Mulai dari cenil, tiwul, sate keong, hingga kue apem.

Menurut laporan wartawan TribunSolo, Muhammad Irfan Al Amin, Ketua Wisata Lembah Dongde Mulyono menyebutkan bahwa pasar ini berdiri di tengah pandemi COVID-19.

Pasar Ciplukan, destinasi wisata di Karanganyar yang sajikan jajanan tempo dulu. (mojogedang.karanganyarkab.go.id)

"Pasar ini berdiri di tengah pandemi Covid-19, kami harap dengan semangat 17an pasar ini bisa eksis di tengah keterbatasan," ungkapnya kepada TribunSolo pada Minggu (7/3/2021).

Mulyono menjelaskan penggunaan nama 'ciplukan' pada nama pasar sebagai bentuk pengingat bahwa buah tersebut sempat viral di era 90an dan di awal 2000 an.

"Masa kecil anak desa zaman dulu kan sangat lekat dengan ciplukan," kenangnya.

"Dulu banyak di ladang, sekarang sudah mulai berkurang dan kami ingin mengingatnya kembali dengan menjadikannya sebagai nama pasar," kisahnya.

Halaman
1234