Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Begini Kisah di Balik Munculnya Jejak Binatang di Jalur Evakuasi Gunung Merapi

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kolase foto jejak kaki binatang di jalur evakuasi Gunung Merapi, Kamis (26/11/2020).

Namun setelah 2012, sudah tidak ada lagi bekas cakar, termasuk bentuk fisik macan sekalipun.

"Makanya kami minta agar dipasang kamera trap di beberap tempat."

"Ada 40 kamera trap yang kami pasang selama tiga bulan, itupun kami tidak mendapat macan tutul. Tapi kami mendapatkan kijang lumayan banyak," ujarnya.

Sempat Geger

Warga lereng Merapi digegerkan adanya jejak kaki hewan yang tertinggal di atas jalur evakuasi Suruh-Singlar, Cangkringan, tetatnya di Padukuhan Ngancar.

Banyak spekulasi bermunculan, bahkan warga sempat menduga jejak kaki tersebut adalah macan tutul.

Babinsa Glagaharjo, Koptu Eko Widodo mengatakan jejak kaki tersebut pertama kali diketahui pada Jumat(20/11/2020) lalu.

Saat itu ia curiga karena banyak warga yang pergi mengarah ke Dusun Ngancar.

Ternyata jejak kaki hewan tersebut sudah ada di sana.

"Diketahui Jumat pagi, setelah aktivitas para pekerja jalur evakuasi melakukan pengecoran. Waktu saya lihat sudah ada jejaknya, warga menduga macan tutul," katanya saat ditemui wartawan di Jalur evakuasi Suruh-Singlar, Senin (23/11/2020).

Ia melanjutkan menurut informasi dari warga macan tersebut bukan macan dari Merapi atau turun akibat meningkatnya aktivitas Merapi.

Macan tersebut diduga tinggal di hutan yang masih di wilayah Padukuhan Ngancar.

Pada 2018 lalu warga sekitar Ngancar melihat macan tutul sedang berjemur di atas batu.

Menurut laporan dari warga sekitar ada empat ekor macan yang berkeliaran di daerah tersebut.

"Informasinya ada empat, satu induk dan tiga anaknya. Kalau yang jejak ini mungkin induk dan anaknya, ada satu yang besar, dan ada yang agak kecil. Memang macan tersebut habitatnya di sini. Tidak hanya satu warga, tapi sudah ada beberapa warga yang memang melihat," lanjutnya.

Halaman
1234