Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Arkeolog Temukan 2 Mayat Terkubur di Pompeii yang Diyakini Akibat Letusan Gunung Berapi

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pompeii Archaeological Park menunjukkan pemeran tubuh dua pria, seorang majikan berusia 40 tahun dan budak mudanya, setelah mereka ditemukan selama penggalian baru-baru ini sebuah Villa di Civita Giuliana di pinggiran Pompeii, seperti yang dikatakan pejabat Park, kondisinya optimal untuk mendapatkan pemeran para korban, mengikuti teknik yang disempurnakan pada tahun 1863 oleh Giuseppe Fiorelli.

TRIBUNTRAVEL.COM - Arkeolog Italia baru-baru ini menemukan dua mayat manusia yang tampak masih awet.

Dua mayat tersebut diyakini meninggal dunia akibat letusan gunung berapi yang menghancurkan kota Romawi Kuno Pompeii pada 79 M, kata Kementerian Kebudayaan Italia, Sabtu.

Dua mayat itu ditemukan para arkeolog dalam posisi yang bersebelahan, lapor New York Post.

Setelah diperhatikan, dari dua mayat tersebut mereka berada pada kalangan yang berbeda, menurut laporan CNN, Minggu (22/11/2020).

Para arkeolog mengidentifikasi mayat pria ini dengan melihat tulang tengkorak dan giginya.

Satu mayat pria terlihat seperti orang yang memiliki status sosial tinggi atau disebut tuan pada zamannya.

Ilustrasi Taman Arkeologi Pompeii di Italia, Sabtu (17/10/2020). (Pixabay/Falco)

Baca juga: Viral Turis Kembalikan Artefak Kuno di Pompeii, Wisatawan Diimbau Tidak Lagi Mengambilnya

Usianya diprakirakan berkisar 30-40 tahun.

Identifikasi ini didukung dengan adanya jubah wol di bawah leher mayat pria itu.

Sedangkan mayat pria lainnya tampak berusia 18-23 tahun.

Dia mengenakan tunik dan sejumlah tulang belakangnya telah terkompresi.

Itu yang menunjukkan bahwa mayat pria muda ini adalah seorang budak yang melakukan pekerjaan berat.

Pompeii Archaeological Park menunjukkan pemeran tubuh dua pria, seorang majikan berusia 40 tahun dan budak mudanya, setelah mereka ditemukan selama penggalian baru-baru ini sebuah Villa di Civita Giuliana di pinggiran Pompeii, seperti yang dikatakan pejabat Park, kondisinya optimal untuk mendapatkan pemeran para korban, mengikuti teknik yang disempurnakan pada tahun 1863 oleh Giuseppe Fiorelli. (HANDOUT / POMPEI ARCHAEOLOGICAL PARK / AFP)

Sisa-sisa mayat tersebut ditemukan di Civita Giuliana, 700 meter dari arah barat laut di pusat Pompeii kuno.

Keduanya ditemukan di ruang bawah tanah di area vila besar yang sedang digali.

Ruang bawah tanah tersebut pada zaman Romawi kuno dikenal sebagai cryptoporticus, lapor Kompas.

Gigi dan tulang pria itu diawetkan, serta rongga yang ditinggalkan oleh jaringan lunak mereka diisi dengan plester yang dibiarkan mengeras dan kemudian digali untuk menunjukkan bentuk tubuh mereka.

Halaman
12