PELNI Persiapkan Kembali Operasional Kapal untuk Angkut Penumpang

Pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana, Bali, Jumat (27/3/2015)

TRIBUNTRAVEL.COM - PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) siap untuk membuka kembali kegiatan operasional untuk mengangkut penumpang.

Adapun calon penumpang  yang dilayani sesuai dengan kriteria dan syarat yang tercantum dalam Surat Edaran Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, No 4 Tahun 2020 dan Surat Edaran Dirjen Hubla, No 21 Tahun 2020. 

Dalam keterangan resmi, Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT PELNI, O.M. Sodikin menyampaikan Manajemen saat ini tengah mempersiapkan kembali penjualan tiket bagi penumpang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh Gugus Tugas.

Rencananya kapal akan menuju Pelabuhan yang hingga saat ini belum ditutup bagi penumpang.

Cara Mudah Refund Tiket Mudik Pesawat, PELNI, Kereta Api dan Bus

Para penumpang hendak naik ke KMP Siginjai dari Pelabuhan Karimunjawa menuju Pelabuhan Kartini, Jepara, Jumat (27/7/2018). (TRIBUNTRAVEL.COM/SRI JULIATI)

"Sesuai dengan Surat Edaran yang telah kami terima, Manajemen akan mempersiapkan armada kapal untuk kembali mengangkut penumpang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan menuju pelabuhan di Jakarta, Surabaya, dan Makassar," jelasnya. 

Manajemen juga memberlakukan kepada penumpang untuk membawa surat keterangan sehat dari dinas kesehatan maupun KKP setempat yang menyatakan negatif terpapar Covid-19.

Bukan hanya itu saja, manajemen pun memastikan bahwa selama kegiatan operasional berlangsung, pelaksanaan protokol kesehatan terkait penyebaran virus di atas kapal akan tetap dilaksanakan, serta akan membatasi interaksi antara petugas kapal dan penumpang.

Tonton juga:

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI, Yahya Kuncoro, bahwa PELNI terus menjalin komunikasi dengan pengelola pelabuhan dan otoritas di pelabuhan, sehingga pelaksanaan protokol kesehatan dapat lebih diawasi selama kegiatan operasional berlangsung. 

"PELNI kini sedang melakukan sosialisasi kepada seluruh cabang dan kapal terkait pelaksanaan ini. Selain itu, kami telah mengatur pembatasan akses bagi penumpang selama berada di atas kapal serta skema jaga jarak antar penumpang baik itu pada nomor bed ataupun saat pengambilan makan, sehingga tetap melaksanakan prosedur physical distancing selama perjalanan," tambahnya. 

Yahya menambahkan, sesuai dengan SE Gugus Tugas No 4/2020 dan SE Dirjen Hubla No 21/2020, pelayanan operasional kapal penumpang akan diberikan kepada orang yang bekerja pada lembaga Pemerintah, perusahaan swasta atau perusahaan swasta asing yang beroperasi di wilayah teritorial Indonesia yang berkaitan dengan pelayanan pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum, pelayanan kesehatan, pelayanan kebutuhan dasar, pelayanan pendukung layanan dasar, dan pelayanan fungsi ekonomi penting.

Selain itu, perjalanan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan orang yang anggota keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia juga, serta bagi repatriasi Pekerja Migran Indonesia, WNI, dan pelajar atau mahasiswa yang berada di luar negeri, dan pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal, juga akan dilayani sesuai ketentuan yang berlaku.

Bupati Banyuwangi Minta Pelabuhan Gilimanuk Tak Lagi Jual Tiket Penyeberangan Penumpang ke Jawa

Masuk Dalam Zona Merah COVID-19, Pelabuhan Teluk Segintung Perketat Pemeriksaan Kapal

86 Kru Kapal KM Bukit Raya Jalani Tes Kesehatan di Pelabuhan Tanjung Priok

Pelni Operasikan Kapal Khusus Ternak, Mampu Angkut Lebih dari 500 Ekor Sapi Sekali Jalan

Viral di Medsos, Ubur-ubur Berjumlah Besar Penuhi Perairan di Pelabuhan Tanjung Tembaga, Probolinggo

(TribunTravel.com/ Ratna Widyawati)

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Tribun Travel

Berita Populer