Bupati Banyuwangi Minta Pelabuhan Gilimanuk Tak Lagi Jual Tiket Penyeberangan Penumpang ke Jawa

Pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana, Bali, Jumat (27/3/2015).

TRIBUNTRAVEL.COM - Guna meminimalisasi penyebaran Covid-19, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi meminta agar Pelabuhan Gilimanuk, Bali, tidak membuka lagi penjualan tiket penyeberangan bagi penumpang menuju Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya akan mengirimkan surat resmi.

"Kami akan mengirimkan surat resminya. Saya sudah mohon izin ke Bapak Gubernur Bali melalui WhatsApp terkait hal tersebut,” kata Bupati Anas saat meninjau titik pengecekan pendatang di Terminal Brawijaya bersama Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin, Kamis (30/4/2020) dalam keterangan resmi.

Bupati Banyuwangi Surati Gubernur Bali, Minta Pelabuhan Gilimanuk Tidak Jual Tiket Penumpang

Anas mengatakan, opsi tersebut diambil setelah melihat pemudik yang masuk ke Banyuwangi dari Pulau Bali terus berdatangan.

Pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana, Bali, Jumat (27/3/2015) (KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA)

Padahal jumlah orang yang hendak menyeberang ke Pulau Bali sudah dibatasi dengan ketat sebagaimana permintaan Pemprov Bali.

“Kami mendapatkan laporan, jumlah penyeberangan yang ke Bali hanya 20 orang, tapi yang dari Bali ke Banyuwangi sebanyak 526 orang. Maka kami ada opsi masukan untuk berkoordinasi agar penyeberangan dari Gilimanuk dibatasi,” ujar Anas.

Jika tetap ada pemudik yang masuk ke Banyuwangi melalui Pelabuhan Ketapang, kata Anas, maka langsung akan digiring untuk dikarantina selama empat belas hari di rumah singgah yang telah disiapkan, baik di desa-desa maupun dormitory milik Pemkab Banyuwangi.

“Demi keselamatan bersama, yang datang harus dikarantina 14 hari,” imbuh Anas.

Anas menegaskan jika yang permintaan pelarangan penjualan tiket penyeberangan tersebut hanya bagi penumpang.

Tonton juga:

Halaman
12

Berita Populer