4. Membuat api unggun
Banyak pengelola basecamp pendakian yang melarang pendaki gunung membuat api unggun atau perapian, khususnya ketika musim kemarau.
Hal itu karena perapian rawan membuat gunung mengalami kebakaran hutan dan lahan.
Namun, pendaki terkadang tetap nekat membuat api unggun saat mendaki.
Biasanya, alasan tujuan api unggun tak lain adalah untuk menghangatkan diri dari dinginnya udara gunung.
Api unggun juga berbahaya karena bara api bisa tertiup angin dan mengenai semak kering sehingga memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
5. Meninggalkan rekan tim
Saat mendaki bersama tim, idealnya anggota tim harus berjalan berdekatan.
Tak boleh ada satu orang yang memisahkan diri dengan berjalan terlebih dahulu atau tertinggal di belakang.
Hal itu agar semua anggota tim bisa selamat hingga sampai basecamp kembali.
Dari beberapa kasus kecelakaan mendaki gunung, salah satu faktornya adalah terpisah dari rekan pendakian.
Hal itu menyebabkan tak terpantaunya pergerakan anggota tim.
6. Membuang sampah sembarangan dan melakukan vandalisme
Inilah salah satu kebiasaan buruk yang dilakukan banyak pendaki.
Mereka membuang sampah seperti properti foto seperti kertas, plastik bungkus makanan, mencoret-coret batu, dan lainnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 6 Hal Buruk yang Dilakukan Pendaki Saat Mendaki Gunung.