Tak sedikit pendaki sekarang yang mengacuhkan perihal setelan pakaian pendakian.
Banyak yang masih mengenakan pakaian yang tak cocok untuk mendaki seperti celana jeans, jaket tipis, dan sepatu kasual.
Tentu setelan pakaian yang tak sesuai untuk mendaki membuat pendakian semakin berbahaya.
Hal itu juga menyebabkan risiko kecelakaan semakin tinggi seperti hipotermia.
Tentu sepatu sekolah rawan membuat penggunanya terpeleset saat melewati jalut pendakian yang cukup licin dan tak melindungi kaki dari cedera.
Contoh lain adalah, mengatasi udara dingin di gunung tentu butuh jaket yang standar.
Jaket dengan lapisan yang tipis jelas tidak akan mampu melindungi tubuh dari udara dingin.
3. Berisik di tenda saat malam hari
Bercanda dengan kawan mendaki memang merupakan aktivitas yang mengasyikkan dalam pendakian.
Selain agar semakin akrab, pendakian bisa jadi tidak terasa lelah jika diselingi dengan candaan bersama teman.
Namun, bersendau gurau dengan suara keras ketika berkemah pada malam hari, terutama jika ada tenda lain di sekitarnya.
Itu karena bisa jadi pendaki di tenda lain sedang beristirahat.
Tentu berisik di tenda saat malam hari bisa mengganggu pendaki lain yang sedang beristirahat untuk mengusir lelah.
Berisik bisa karena bercengkerama dan tertawa dengan suara keras, atau membunyikan musik dari smartphone keras-keras.
Selain itu, suara yang keras juga berpotensi mengganggu kehidupan satwa di gunung yang didaki.