Kanal

Kuliah di Indonesia Semakin Mahal, 5 Negara Ini Justru Bebaskan Biaya Kuliah bagi Mahasiswa

Universitas di Jerman

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Rizki A Tiara

TRIBUNTRAVEL.COM - Tak dapat dipungkiri, biaya kuliah di Indonesia semakin hari semakin tinggi.

Sehingga banyak calon mahasiswa yang berusaha mengatasinya dengan cara bekerja paruh waktu atau mencari beasiswa.

Namun, tidak seperti Indonesia, ada beberapa negara di dunia ini yang justru membebaskan biaya kuliah bagi warganya maupun mahasiswa asing.

Negara mana saja ya?

Dikutip TribunTravel.com dari laman topuniversities.com via laman Intisari Online, berikut lima negara yang membebaskan biaya perguruan tinggi bagi mahasiswanya.

1. Jerman

(studyeu.org)

Universitas di Kyoto Jepang Tawarkan Biaya Kuliah Gratis Bagi Mahasiswa Berusia 100 Tahun, Berminat?

Sebagian besar universitas negeri di Jerman membebaskan biaya pendidikan untuk mahasiswa Jerman maupun internasional, tanpa memandang status kewarganegaraan.

Inilah yang menyebabkan meningkatnya mahasiswa yang berminat menempuh studi di Jerman.

Universitas hanya membebankan biaya pendidikan yang relatif kecil sebagai biaya administrasi.

Yakni sebesar 180 hingga 300 dolar AS atau sekitar Rp2,6 juta hingga Rp4,4 juta.

Kombinasi murahnya biaya studi, kondisi ekonomi negara yang kuat, dan sistem pendidikan tinggi yang berkualitas, membuat prospek studi di Jerman menarik mahasiswa dari seluruh dunia.

Selain itu, ada lebih dari 40 universitas Jerman yang menduduki peringkat di QS World University Rankings.

Namun, perlu diingat mahasiswa juga harus menyediakan anggaran untuk biaya hidup dan visa pelajar di Jerman.

2. Prancis

(studying-in-france.org)

Daftar 10 Universitas Terbaik di Amerika Serikat Versi Niche, Mau Pilih Kuliah di Mana?

Prancis menawakan studi gratis bagi mahasiswa internasional, tanpa memandang status kewarganegaraan.

Meski tidak sepenuhnya gratis, sebagian universitas mengenakan biaya hanya sebesar 220 dolar AS atau sekitar Rp3,2 juta per tahun pada tingkat sarjana.

Biaya tambahan tetap dikenakan untuk program khusus seperti kedokteran atau teknik, tetapi tidak berbeda jauh.

Mayoritas program yang menawarkan kesempatan belajar di Prancis secara gratis diajarkan dalam bahasa Prancis.

Meski begitu, kegiatan belajar-mengajar dalam bahasa Inggris juga semakin meningkat, khususnya di tingkat pascasarjana.

3. Norwegia

Sama halnya dengan Jerman dan Prancis, Norwegia membebaskan biaya pendidikan universitas untuk semua siswa.

Pembebasan biaya studi ini tidak memandang tingkat studi atau status kewarganegaraan.

Jika pun perlu membayar biaya semester, biaya yang diperlukan hanya sebesar 37 hingga 74 dolar AS atau sekitar Rp 549 ribu hingga Rp1,1 juta.

Perlu diingat, sebagian besar program sarjana hanya diajarkan dalam bahasa Norwegia.

Sehingga mahasiswa internasional harus mampu menguasai bahasa Norwegia untuk menempuh studi tingkat ini.

Di tingkat master dan Ph.D, program studi menggunakan bahasa Inggris relatif lebih umum dan ketentuan bebas biaya kuliah masih berlaku.

Bocah 12 Tahun Berhasil Lolos Ujian Masuk Universitas Bergengsi di Meksiko, Menolak Disebut Jenius

4. Islandia

Tidak ada biaya kuliah yang dibebankan pada empat universitas negeri di Islandia.

Yang ada hanyalah biaya pendaftaran sebesar 425 dolar AS atau sekitar Rp 6,2 juta.

5 Kuliner Wajib Coba di Bandung, Calon Mahasiswa Universitas Padjadjaran Harus Tahu

5. Republik Ceko

(zcu.cz)

Tak Sekedar Makanan, Kuliner Pedas Indonesia Sampai Dapat Perhatian dari Universitas Gadjah Mada

Jika mampu menguasai bahasa Ceko, kesempatan kuliah gratis terbuka lebar di semua universitas negeri di Republik Ceko.

Namun, mahasiswa yang mampu belajar dalam bahasa Inggris juga masih dapat kuliah dengan biaya yang cukup murah.

Yakni, sekitar 4.550 dolar AS atau sekitar Rp 67 juta per tahun.

Namun, biaya hidup di Ceko relatif lebih terjangkau dibandingkan negara Eropa lainnya.

Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Travel

Berita Populer