Ia mencicipi goreng tahu buatan Bungkeng yang terbilang makanan baru saat itu.
“Ngeunah geuning ieu kadaharan teh, moal burung payu geura. (Lezat dan enak makanan ini pasti akan laku keras sekali, red),” kata Dalem Sumedang ini.
Ia menyebutkan beberapa pengusaha tahu Sumedang yang masih bertahan tetapi tak sedikit keturunnya tak melanjutkan usaha tahu Sumedang.
“Dulunya dagang tahu kemudian dagang barang lainnya dan usah atahu ditinggalkan. Seperti Aniw, dulu dagang tahu tapi sekarang hanya jualan barang elektronik,” katanya.
Itulah kisah satu abad tahu Sumedang.
Kini, makanan ini jadi satu camilan favorit di Indonesia.