TRIBUNTRAVEL.COM - Bakal calon Wakil Presiden dari Koalisi Indonesia Maju Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan ke Boyolali pada Sabtu (28/10/2023).
Dalam kunjungannya, Gibran mengunjungi Desa Samiran di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Dari lokasi parkir mobil, Gibran harus berjalan sejauh 200 meter untuk menuju Pendopo Turonggo Seto di Desa Samiran.
Di sanalah Gibran disambut para relawan, warga, dan beberapa anggota parpol pengusung.
Baca juga: Gibran Kunjungan ke Salatiga, Mampir ke Pabrik Oleh-oleh Enting-enting Gepuk
Bahkan Gibran disuguhkan tari jaranan yang ditampilkan para muda-mudi setempat.
Gibran mengaku takjub karena kedatangannya disambut sedemikian meriah dengan menggunakan budaya lokal.
LIHAT JUGA:
"Luar biasa sekali, anak-anak muda yang masih uri-uri budaya. Dan itu harus kita support," ujar Gibran, dikutip dari Tribun Solo, Selasa (31/10/2023).
"Seperti yang saya katakan kemarin, hal-hal terkait anak muda, gen Z, milenial, santri pasti kami dukung," sambungnya.
Gibran pun mendukung anak muda di Desa Samiran untuk berkomitmen mempertahankan budaya.
Baca juga: Momen Seru Prabowo-Gibran Berbagi Tahu Sumedang ke Pendukung saat Menuju Gedung KPU
"Anak muda yang bandel, yang punya komitmen kebangsaan. Salah satunya ini, tempat sanggar budaya ini," ucapnya sambil berlalu.
Di Desa Samiran, Gibran juga sempat memotong tumpeng nasi kuning dan diberikan kepada salah satu budayawan.

Makan pisang dan kacang rebus
Selain Desa Samiran, Gibran sebelumnya juga sempat mampir ke Desa Cepogo.
Kedatangan Gibran di Desa Cepogo disambut teman lama Presiden Joko Widodo, Muhroji yang merupakan seorang perajin tembaga.
Setelah bersalaman dengan warga sekitar, Gibran nampak diajak keliling tempat produksi tembaga.
Gibran mengatakan, para perajin tembaga di Tumang harus didukung dengan peralatan yang memadai agar tidak kalah bersaing dengan hasil produk dari luar.
"Jadi harus ada intervensi dari pemerintah. Ini kan sudah ada koperasinya, ya otomatis koperasinya harus di-support dengan alat yang up to date juga," kata Gibran kepada wartawan, seperti dikutip dari Kompas.com.
Baca juga: Pengunjung Keluhkan Pengamen di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Wali Kota Solo Gibran Minta Maaf
Menurut Gibran, para pengrajin harus benar-benar mendapatkan dukungan dari pemerintah.
Hal ini karena sentra olahan tembaga telah mampu menjadi sumber penghasilan utama warga desa setempat.
"Bapaknya (para perajin) sudah sering berkoordinasi kok, (dengan) menteri-menteri," ungkap Gibran.

"Nanti dari koperasi dan kementerian saling berkoordinasi aja biar alat-alat yang dimiliki oleh perajin yang ada di sini benar-benar up to date. Jadi tidak kalah sama tempat-tempat yang punya alat CNC, alat laser cutting," jelasnya.
Gibran juga menyempatkan diri mengunjungi rumah warga di Desa Cepogo, dilaporkan Tribun Solo.
Di sana, Gibran disuguhi masakan khas pedesaan seperti pisang rebus, kacang rebus, dan umbi-umbian.
Baca juga: Puan Maharani Makan Soto Bareng Gibran Rakabuming di Solo, Perbincangan saat Sarapan Terungkap
Baca juga: Grup KPop Xodiac hingga Anggun Bakal Tampil di Solo, Gibran Rakabuming Bagi-bagi Tiket Nonton Gratis
Sebagai pelengkap, warga juga menyajikan teh hangat untuk Gibran.
Terlihat Gibran menikmati pisang rebus, sambil duduk di tikar bersama warga.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga terlihat membagikan buku tulis bergambar sang anak, Jan Ethes yang memakai baju adat Jawa, kepada anak-anak di Desa Cepogo.
Tak lupa juga Gibran membagikan susu kotak.
(TribunTravel.com/SA)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.