TRIBUNTRAVEL.COM - Produsen Sriracha Chilli Sauce, saus sambal yang digemari di berbagai negara mengkonfirmasi mengalami kekurangan bumbu utama dalam produksinya.
Mahal dan langkanya bahan utama sambal yaitu cabai dirasakan di berbagai negara.
Bagi pecinta kuliner pedas, saus sambal Sriracha biasanya dicampurkan ke dalam tumisan atau untuk cocolan aneka gorengan.
Sayangnya, saus klasik yang populer dan cukup digemari ini mungkin akan sulit ditemukan di rak toko.
Saus super pedas produksi Huy Fong Inc, salah satu produsen terbesar dunia di pasar saus pedas Asia, mengkonfirmasi kekurangan bahan baku.
Perusahaan mengakui ini baru pertama kali terjadi.
Dikutip dari laman UNILAD, dalam sebuah pernyataan perusahaan makanan itu mengatakan, "Kami masih berusaha untuk menyelesaikan masalah yang disebabkan beberapa peristiwa, termasuk gagal panen yang tidak terduga dari panen cabai musim semi."

Baca juga: 5 Kuliner Dekat Alun-alun Malang untuk Makan Malam Enak, Ceker Pedas hingga Pos Ketan
Baca juga: Pedas Gurihnya Seblak Teh Rena di Garut, Ada Lebih 50 Topping dengan Harga Terjangkau
Pasokan cabai telah berkurang sejak awal pandemi virus corona.
Keadaan menjadi lebih buruk ketika kondisi cuaca buruk mulai mempengaruhi kualitas sayuran.
"Situasinya di luar kendali [Huy Fong Inc]," kata perusahaan itu dalam sebuah surat yang dikirim ke distributor pada bulan April lalu.
Perusahaan menjelaskan kekurangan tersebut akan berdampak pada pembuatan dan penjualan saus pedas Sriracha yang khas, serta Bawang Putih Cabai dan Sambal Oeleknya.
Sebagai akibat dari kekurangan tersebut, Huy Fong Inc. memutuskan menolak pesanan baru yang dikirim sebelum bulan September.
Sementara itu, pesanan yang sudah dilakukan sebelum 6 September akan dipenuhi pada musim gugur, karena saat ini perusahaan tidak memiliki persediaan untuk memenuhi permintaan.

Baca juga: Resep Ayam Geprek Cabai Hijau, Pedas Gurih Mantap untuk Menu Buka Puasa di Rumah
Baca juga: Resep Ayam Suwir Pedas Bumbu Bali untuk Menu Buka Puasa, Nikmat Disantap dengan Nasi Hangat
Perusahaan telah merekomendasikan distributor agar tidak menjanjikan produk apa pun kepada pelanggan, kecuali mereka memiliki stok.
Berita mahalnya harga sayur dan cabai tidak hanya dialami di Indonesia dan Asia.
Hal ini menyebabkan kekhawatiran bagi mereka pecinta makanan pedas.
Beberapa orang bahkan rela menimbun Sriracha untuk menghindari kehabisan stok.
Produsen saus sambal berharap musim panen cabai segera tiba.
Tetapi hingga waktu panen tiba, pelanggan mungkin harus menahan keinginan makan pedas atau mencari alternatif lainnya. (TribunTravel.com/Tys)
Baca juga: 5 Kuliner Pedas di Solo untuk Menu Makan Malam Enak, Ada yang Buka 24 Jam
Baca juga: 7 Kuliner Pedas di Jogja Buat Menu Makan Malam, Ada Ayam Bakar Yanto yang Sambalnya Nampol
Baca juga: Nyobain Mi Nyemek Jayengan Pak Tres, Kuliner Pedas di Solo Buat Makan Malam