Breaking News:

Modal Wajah dan Suara Dibayar Rp 2,8 Miliar, Mau?

Baru-baru ini sebuah perusahan robotika di Rusia, Promobot mengumumkan rencana untuk membeli hak untuk menggunakan wajah dan suara manusia.

pixabay via odditycentral
Ilustrasi wajah 

TRIBUNTRAVEL.COM - Di era modern yang serba canggih ini tentu memberikan kemudahan bagi manusia dalam melakukan pekerjaan sehari-hari.

Keberadaan robot di masa sekarang bukan menjadi hal yang asing lagi.

Bahkan beberapa perusahaan mulai menggunakan robot sebagai tenaga pengganti manusia.

Baca juga: Bandara Schiphol Amsterdam Rekrut 19 Ekor Babi untuk Atasi Serangan Burung

Baru-baru ini sebuah perusahan robotika di Rusia, Promobot mengumumkan rencana untuk membeli hak untuk menggunakan wajah dan suara manusia.

Wajah dan suara tersebut akan digunakan dalam proyek robot mereka selamanya.

Henn-na Hotel di Jepang merupakan hotel pertama di dunia yang mempekerjakan robot sebagai stafnya.
Henn-na Hotel di Jepang merupakan hotel pertama di dunia yang mempekerjakan robot sebagai stafnya. (livejapan.com)

Tentu, ada nominal yang fantastis untuk wajah dan suara yang dibeli ini.

Dilansir dari Oddity Central, Rabu (1/12/2021), Promobot akan membayar 200 ribu dolar AS atau senilai Rp 2,8 miliar untuk wajah dan suara yang digunakan robotnya.

Promobot dikenal karena memproduksi robot yang sangat realistis dan mirip manusia.

Dan perusahaa ini sedang mengembangkan asisten robot humanoid yang akan bekerja di hotel, pusat perbelanjaan dan tempat publik lainnya.

Untuk itu perusahaan ini mengumumkan bahwa mereka siap membayar Rp 2,8 miliar kepada siapapun yang bersedia 'mentransfer' hak wajah mereka ke Promobot selamanya.

Baca juga: Di Inggris, Nekat Berkendara dengan Pakaian Sinterklas saat Natal Akan Didenda Rp 95 Juta

Baca juga: Melihat Theatre du Chatelet, Tempat Lionel Messi Terima Ballon dOr 2021

Promobot mengklarifikasi bahwa mereka akan menerima aplikasi dari orang-orang semua ras dan jenis kelamin dengan usia di atas 25 tahun.

"Perusahaan kami sedang mengembangkan teknologi di bidang pengenalan wajah, serta ucapan, navigasi otonom, kecerdasan buatan, dan bidang robotika lainnya," bunyi siaran pers Promobot baru-baru ini.

"Sejak 2019, kami telah secara aktif memproduksi dan memasok robot humanoid ke pasar. Klien baru kami ingin meluncurkan proyek skala besar, dan untuk ini, mereka perlu melisensikan penampilan robot baru untuk menghindari penundaan hukum," lanjutnya.

Ilustrasi uang jutaan dolar.
Ilustrasi uang jutaan dolar. (Flickr/ 401(K) 2012)

Menariknya, Promobot menemukan dirinya dalam masalah hukum beberapa waktu lalu, ketika digugat oleh Arnold Schwarznegger sebesar 10 juta dolar AS karena menggunakan penampilannya di robot tanpa meminta izin.

Perusahaan ini pun berharap untuk memastikan hal itu tidak terjadi lagi dengan membayar jumlah yang jauh lebih kecil di muka.

Setelah wajah dipilih oleh Promobot dan kliennya, pelamar yang menang harus memiliki model 3D dari wajah mereka, yang akan digunakan untuk fitur eksternal robot.

Tetapi kontrak tersebut juga memberikan hak kepada perusahaan atas suara orang tersebut, sehingga pemenangnya juga harus mendiktekan setidaknya 100 jam materi pidato untuk membuat suara robot.

Lisensi wajah dan suara ke perusahaan robotika untuk waktu yang tidak terbatas adalah proposisi menakutkan bagi banyak orang.

Tetapi ada banyak orang yang tertarik dan ingin mendapatkan kontrak senilai Rp 2,8 miliar tersebut.

Untuk saat ini Promobot berhenti menerima aplikasi pada hari Senin, (29/11/2021) setelah dibanjiri penawaran.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved