Breaking News:

Liburan Natal dan Tahun Baru

Syarat Terbaru Bagi Pelaku Perjalanan Selama Periode Liburan Natal dan Tahun Baru

Satgas Penanganan Covid-19 menerbitkan syarat terbaru untuk pelaku perjalanan selama periode liburan Natal dan Tahun Baru.

Editor: Nurul Intaniar
Flickr.com/ Senado Federal
Ilustrasi - Tes PCR. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan aturan dan syarat terbaru untuk pelaku perjalanan selama periode liburan Natal dan Tahun Baru.

Satgas Covid-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 24 Tahun 2021 yang ditandatangani oleh Kasatgas Meyjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M. tertanggal 29 November 2021.

Dalam Surat Edaran tersebut tertuang aturan baru mengenai pengaturan aktivitas dan mobilitas masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru 2022 di masa pandemi Covid-19.

Dengan diterbitkannya Surat Edaran tersebut, para pelaku perjalanan diimbau untuk update terhadap aturan terbaru perjalanan darat maupun udara.

Baca juga: Di Inggris, Nekat Berkendara dengan Pakaian Sinterklas saat Natal Akan Didenda Rp 95 Juta

Ilustrasi - Tes PCR.
Ilustrasi - Tes PCR. (Flickr.com/ Senado Federal)

Berikut isi aturan terbaru bagi para pelaku perjalanan selama periode liburan Natal dan Tahun Baru 2022:

a. Penerapan sistem ganjil genap di wilayah aglomerasi, Ibukota Provinsi, area tempat wisata, dan wilayah lainnya yang disesuaikan dengan peningkatan mobilitas daerah tersebut; dan

b. Syarat dan ketentuan yang berlaku bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 dilaksanakan sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 No. 22 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dengan pengaturan sebagai berikut:

i. Pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi udara dari dan ke daerah di wilayah Pulau Jawa dan Bali serta perjalanan antarkabupaten atau antarkota di dalam wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali wajib menunjukkan persyaratan sebagai berikut:

1) Kartu vaksin (minimal vaksin dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan; atau

2) Kartu vaksin (vaksinasi dosis kedua) dan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

ii. Pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi udara antar kabupaten atau antarkota di luar wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan;

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved