Breaking News:

India Memperketat Syarat Perjalanan dan Masuknya Turis Asing Akibat Munculnya Varian Baru Covid-19

India mengeluarkan imbauan kepada semua negara bagian agar lebih ketat menyaring pelancong internasional dari Afrika dan negara-negara berisiko lain.

Foto oleh Ibrahim Rifath di Unsplash
Ilustrasi solo traveling ke Agra, India 

TRIBUNTRAVEL.COM - India mengeluarkan imbauan kepada semua negara bagian agar lebih ketat menguji dan menyaring pelancong internasional dari Afrika Selatan dan negara-negara berisiko lainnya.

Hal ini dilakukan India di tengah kekhawatiran atas munculnya varian virus corona baru.

India telah melonggarkan beberapa pembatasan perjalanannya awal bulan ini.

Dikutip TribunTravel dari laman Channel News Asia, Jumat (26/11/2021), Kementerian kesehatan federal India mengatakan, "laporan mutasi pada varian baru yang diidentifikasi sebagai B.1.1.529 memiliki "implikasi kesehatan masyarakat yang serius."

"Varian ini dilaporkan memiliki jumlah mutasi yang sangat tinggi, dengan demikian, bisa menimbulkan masalah kesehatan masyarakat yang lebih serius bagi negara mengingat pembatasan visa yang baru-baru ini dilonggarkan dan pembukaan perjalanan internasional," kata sekretaris kesehatan Rajesh Bhushan dalam sebuah surat kepada negara-negara bagian yang dikeluarkan Kamis malam (25 November 2011).

Pada hari Jumat (26/11/2021), Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan varian baru memiliki protein lonjakan yang secara dramatis berbeda dengan yang ada pada virus corona asli yang menjadi dasar vaksin COVID-19.

Hal ini bisa membuat vaksin yang sudah ada menjadi kurang efektif.

Sementara itu, Inggris telah melarang penerbangan dari enam negara Afrika, dan meminta para wisatawan Inggris yang kembali dari negaran tersebut untuk dikarantina.

India merupakan negara yang terkena dampak terburuk kedua di dunia oleh COVID-19.

Namun saat ini India mencatat kenaikan kasus baru terkecil minggu ini karena meningkatnya vaksinasi dan antibodi pada sebagian besar warganya.

Total kasus virus corona di India itu mencapai 34,56 juta pada hari Jumat (26/11/2021).

Beban kasus harian India telah berkurang setengahnya sejak September dan negara itu melaporkan 10.549 kasus baru.

Awal bulan ini, India mengidentifikasi 10 negara "berisiko tinggi" yang meliputi Eropa, Inggris, China, Afrika Selatan, dan Selandia Baru.

Sebelumnya, India telah membuka kembali perbatasannya ke 99 negara di seluruh dunia. (TribunTravel.com/tyas)

Baca juga: Singapura Akan Membatasi Perjalanan dari 7 Negara Afrika Akibat Munculnya Varian Baru Virus Covid-19

Baca juga: Mantan Pramugari Ungkap 2 Kebiasaan Penumpang Pesawat yang Paling Dibenci

Baca juga: Ingin Liburan Natal 2021 ke Eropa? Simak Syarat, Aturan dan Kondisi terbaru 7 Negara Ini

Baca juga: Harga Tiket Masuk Lembah Nirwana Kendal November 2021, Padukan Pesona Alam dengan Bangunan ala Eropa

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved