Breaking News:

Sinovac dan 6 Vaksin yang Paling Banyak Diterima di Eropa sebagai Syarat Perjalanan

Total ada 29 negara Uni Eropa yang mengakui semua vaksin yang telah disetujui oleh European Medicines Agency (EMA)

Penulis: Sinta Agustina
Editor: Sinta Agustina
Clinical Trial Arena
Ilustrasi jenis vaksin Covid-19. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Negara-negara Eropa mulai membuka perbatasannya bagi wisatawan asing.

Wisatawan yang akan berkunjung ke Eropa wajib menerima vaksinasi Covid-19.

Hal ini karena sebagian besar negara-negara Eropa memberlakukan vaksinasi sebagai syarat perjalanan.

Dilansir dari schengenvisainfo.com, total ada 29 negara Uni Eropa yang mengakui semua vaksin yang telah disetujui oleh European Medicines Agency (EMA) sebagai bukti imunisasi yang sah.

Wisatawan yang telah menerima salah satu dari empat vaksin yaitu Pfizer/BioNTech, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson dianggap telah divaksinasi lengkap.

Baca juga: Bukan Sinovac, Inikah Vaksin Covid-19 yang Banyak Diterima untuk Perjalanan Internasional?

Oleh sebab itu, wisatawan dapat memasuki 29 negara Uni Eropa.

Ilustrasi vaksinasi Covid-19
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 (pexels.com)

Sementara itu, beberapa negara lain mengizinkan masuk bagi mereka yang diimunisasi dengan vaksin selain yang disebutkan di atas.

Mereka mengakui vaksin yang merupakan bagian dari Daftar Penggunaan Darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu Covishield, Sinopharm, dan Sinovac.

Baca juga: Wisatawan dengan Vaksin Sinovac Bisa Liburan ke 14 Negara Eropa Ini, Mana Saja?

Dari ketiga vaksin yang disebutkan di atas, vaksin Covishield buatan India paling banyak dikenal di Uni Eropa.

Sementara Sinovac dan Sinopharm masing-masing diakui oleh 9 dan 10 negara Eropa.

Dirangkum TribunTravel dari schengenvisainfo.com, daftar 7 vaksin yang diakui di Eropa berikut negara-negara yang menerimanya:

1. Pfizer/BioNTech: Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Siprus, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Irlandia, Italia, Latvia, Lituania, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Rumania, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Swiss

2. Moderna: Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Siprus, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Irlandia, Italia, Latvia, Lituania, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Rumania, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Swiss

Petugas medis saat menunjukkan vaksin Covid-19 Moderna
Petugas medis saat menunjukkan vaksin Covid-19 Moderna (TRIBUNNEWS/Jeprima)

3. AstraZeneca: Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Siprus, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Irlandia, Italia, Latvia, Lituania, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Rumania, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Swiss

Baca juga: Vietnam Akan Buka Wisata Pulau Phu Quoc Bagi Wisatawan Asing, Apa Syaratnya?

4. Johnson & Johnson: Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Siprus, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Irlandia, Italia, Latvia, Lituania, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Rumania, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Swiss

5. Covishield: Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Finlandia, Prancs, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Irlandia, Latvia, Belanda, Romania, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Swiss

6. Sinopharm: Austria, Siprus, Yunani, Hungaria, Islandia, Belanda, Spanyol. Swedia, Finlandia, dan Swiss

7. Sinovac: Austria, Siprus, Finlandia, Yunani, Islandia, Belanda, Spanyol, Swedia, dan Swiss

(TribunTravel.com/Sinta A.)

Baca juga: 50 Negara Akui Vaksin Sinovac untuk Syarat Perjalanan, Mana Saja?

Baca juga: Meski Sudah Divaksin, Penumpang yang Tak Pakai Masker Tetap Dikeluarkan dari Pesawat

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved