Breaking News:

Bukan Sinovac, Inikah Vaksin Covid-19 yang Banyak Diterima untuk Perjalanan Internasional?

Dari sekian banyak merek vaksin, manakah vaksin yang banyak diterima untuk perjalanan internasional?

Penulis: Sinta Agustina
Editor: Nurul Intaniar
pexels.com
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Sejumlah negara di dunia telah mewajibkan warganya untuk vaksinasi Covid-19.

Terdapat banyak jenis vaksin Covid-19 yang telah diciptakan para ilmuwan.

Di Indonesia misalnya, kebanyakan memakai Sinovac dan AstraZeneca.

Selain kedua merek tersebut, ada beberapa merek vaksin lain yaitu Pfizer-BioNTech, Sinopharm, Sputnik V, Johnson & Johnson, dan lain-lain.

Dari sekian banyak merek vaksin, manakah vaksin yang banyak diterima untuk perjalanan internasional?

Baca juga: Catat! Daftar 45 Negara yang Terima Wisatawan Asing Bervaksin Sinovac

Dilaporkan Travel Weekly Asia, vaksin AstraZeneca saat ini paling banyak digunakan dan diterima di seluruh dunia dalam hal bepergian.

Ilustrasi vaksin Covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19 (atalayar.com)

Terdapat sekira 119 negara yang mengakui vaksin AstraZeneca, berdasarkan riset yang dilakukan The Economist.

Pada urutan kedua setelah AstraZeneca yaitu Pfizer-BioNTech yang diterima oleh hampir 90 negara.

Baca juga: Dusun Semilir Semarang Layani Vaksinasi pada 23-27 Agustus 2021, Kuota Terbatas untuk 5.000 Peserta

Kemudian diikuti oleh Sputnik V pada urutan ketiga.

Sputnik V diterima oleh lebih dari 60 negara.

Sementara Sinovac berada di urutan kedelapan yang diterima oleh hanya sekira 30 negara.

Namun, tidak semua vaksin dipandang sama, seperti halnya distribusi dan akses vaksin yang tidak merata di seluruh dunia.

Ilustrasi vaksin Covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19 (pexels.com)

Jenis vaksin yang diterima juga menentukan apakah seorang wisatawan dapat masuk ke suatu negara atau tujuan.

Meskipun vaksin AstraZeneca paling banyak diterima oleh negara di seluruh dunia, banyak negara Uni Eropa tidak menerima Covishiel.

Covishiel merupakan vaksin AstraZeneca yang dibuat oleh Serum Institute of India.

Baca juga: Syarat Naik KA Jarak Jauh di Sumatera, Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin Covid-19

Negara Uni Eropa hanya akan menerima AstraZeneca versi buatan Eropa.

Belgia misalnya, menerima Covishield untuk masuk, tetapi Prancis semakin memperumit aturan masuk ke dalam negaranya.

Wisatawan ke Prancis harus divaksinasi dengan salah satu vaksin yang disetujui oleh European Medicines Agency.

Termasuk Pfizer (Comirnaty), Moderna, AstraZeneca (Vaxzevria), dan Johnson & Johnson (Janssen).

Baca juga: Dua Wisatawan Didenda Rp 362 Juta Gara-gara Palsukan Dokumen Vaksinasi Covid-19

Baca juga: MRT Jakarta Gelar Sentra Vaksinasi Gratis pada 4-7 Agustus 2021, Cek Syarat dan Lokasinya

Sementara itu, beberapa negara termasuk Thailand dan Indonesia menggunakan lebih dari satu vaksin Covid-19.

Dewan Perjalanan dan Pariwisata Dunia telah mengeluarkan peringatan kepada pemerintah bahwa pengakuan vaksin yang tidak konsisten dapat lebih lanjut menunda dimulainya kembali perjalanan internasional.

(TribunTravel.com/Sinta A.)

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved