Breaking News:

Terinfeksi Virus Langka Setelah Bedah 2 Monyet, Peneliti di China Tewas

Seorang peneliti hewan di Beijing, China dilaporkan tewas akibat virus terinfeksi 'Monkey B' setelah membedah 2 monyet.

Flickr/ Snake3yes
Ilustrasi - monyet 

TRIBUNTRAVEL.COM - Seorang ahli bedah hewan di Beijing dilaporkan tewas akibat virus 'Monkey B'.

Monkey B merupakan penyakit langka dan berpotensi fatal yang ditularkan dari primata seperti monyet.

Tercatat, ini menjadi kematian manusia pertama di China yang diakibatkan oleh virus tersebut.

Melansir Insider, Kamis (22/7/2021) pria berusia 53 tahun tersebut bekerja di laboratorium yang melakukan penelitian eksperimental pada pemuliaan primata non-manusia.

Baca juga: Urban Sun, Teknologi yang Digadang Bisa Membunuh Virus Corona di Ruang Publik

Hal itu diumumkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China dalam sebuah laporan pada Sabtu (17/6/2021).

CDC China menambahkan bahwa peneliti, yang tak disebutkan namanya, membedah dua monyet mati pada 4 dan 6 Maret lalu.

Ilustrasi - monyet
Ilustrasi - monyet (Flickr/ Seika)

Setelah membedah monyet, pria tersebut mulai mengalami gejala mual, muntah, dan demam, sebelum akhirnya meninggal pada 27 Mei 2021.

Tes laboratorium oleh CDC China memverifikasi bahwa ia tertular virus Monkey B, yang juga dikenal sebagai 'herpes B'.

Dalam laporannya, CDC China mengakui bahwa virus Monkey B dapat "menimbulkan ancaman zoonosis potensial bagi para pekerja".

Berarti, virus tersebut dapat ditularkan dari hewan ke manusia.

Baca juga: Kejutkan Dunia Arkeologi, Tim Peneliti Temukan Mumi Mesir Kuno yang Terbungkus Lumpur

Baca juga: Peneliti Temukan Anggrek Paling Jelek di Dunia Tumbuh di Hutan Madagaskar

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Muhammad Yurokha May
Editor: Kurnia Yustiana
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved