Breaking News:

Rekomendasi Wisata

Menengok Mata Air Berusia Ratusan Tahun di Tangerang Selatan, Konon Jadi Tempat Pemandian Bidadari

Kobak Nyampung, mata air berusia ratusan tahun di Tangerang Selatan yang dipercaya sebagai tempat pemandian bidadari.

Warta Kota/Budi Sam Lau Malau
Kobak Nyamplung, mata air berusia ratusan tahun di Tangerang Selatan yang dipercaya sebagai tempat pemandian bidadari. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Tangerang Selatan ternyata memiliki mata air yang sudah berusai ratusan tahun.

Lokasinya berada di Jalan Tomat, RT 6 RW 06, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan.

Mata air yang berada di bawah pohon besar tersebut kerap kali digunakan sebagai tempat pemandian umum bagi warga sekitar.

Melansir laman Wartakota, Jumat (2/7/2021), warga sekitar menyebut mata air ini dengan nama Kobak Nyamplung.

Baca juga: TRAVEL UPDATE: Pesona Air Terjun Sumuran di Magelang, Airnya Berasal dari Mata Air Sedalam 20 Meter

Kobak Nyamplung berada tepat di atas anak Kali Pesanggrahan.

Ternyata, ada banyak orang yang ingin menikmati air jernih di mata air Kobak Nyamplung.

Kobak Nyamplung, mata air berusia ratusan tahun di Tangerang Selatan yang dipercaya sebagai tempat pemandian bidadari.
Kobak Nyamplung, mata air berusia ratusan tahun di Tangerang Selatan yang dipercaya sebagai tempat pemandian bidadari. (Warta Kota/Budi Sam Lau Malau.)

Menindaklanjuti hal tersebut, warga sekitar kemudian membuat bak besar tepat di bawah mata air.

Warga bahkan juga membangun bilik kecil di sisi bak penampungan mata air untuk tempat berganti baju.

Sebagian warga sekitar percaya bahwa Kobak Nyamplung menjadi tempat mandi tujuh putri atau tujuh bidadari.

Warga sekitar, Titing (64) mengatakan, lahan Kobak Nyamplung yang merupakan milik kakek buyutnya itu telah diturunkan ke anak cucunya.

Baca juga: Fakta Unik Fosse Dionne, Sumur Kuno di Prancis yang Sumber Mata Airnya Masih jadi Misteri

Baca juga: Umbul Sigedang, Wisata Mata Air Sejuk dan Jernih di Klaten

Menurut Titing, air di Kobak Nyamplung berasal dari bawah pohon yang diperkirakan berusia 150 tahun.

Dari bawah pohon itulah terdapat mata air jernih yang terus mengalir sampai saat ini.

"Kalau kata cerita orang dulu mah, Kobak Nyamplung ini tempat mandinya tujuh putri atau tujuh bidadari. Itu kata orang-orang dulu ya, dan banyak juga memang yang percaya," kata Titing.

Baca juga: Pura Tirta Empul, Mata Air Suci untuk Melukat

Pada zaman kakeknya, lanjut Titing, sejumlah warga mengaku melihat 7 bidadari mandi di Kobak Nyamplung.

"Katanya sih ada yang ngaku melihat kalau 7 bidadari mandi di Kobak Nyamplung. Tapi kalau dideketin atau ditegesin, 7 putri bidadarinya menghilang," katanya.

Bahkan, kata Titing, sampai saat ini masih ada saja perempuan datang ke Kobak Nyamplung karena percaya bisa membuat wajah menjadi cantik dan cerah.

"Ini cerita bapak dan kakek saya ya. Katanya perempuan dari luar Pondok Cabe, yang mau mukanya kelihatan cakep dan cerah, ya mandi atau cuci muka di Kobak Nyamplung," ungkap Titin.

"Sebab itu tempat mandinya bidadari. Tapi kalau perempuan asli Pondok Cabe, mandi di sana mah, nggak pengaruh, begitu kata orangtua di sini dulu," ujarnya.

Baca juga: Menengok Mata Air dan Sawah Selada Air yang jadi Cikal Bakal Umbul Pelem di Klaten

Baca juga: Liburan ke Umbul Pelem Klaten, Tawarkan Sensasi Segarnya Berenang di Mata Air Alami

(TribunTravel.com/Mym)

Baca selengkapnya soal rekomendasi wisata di sini.

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved