Breaking News:

Penumpang Keluhkan Kebijakan Bagasi Wings Air di Wakatobi: Kopernya Tidak Benar-benar Ditimbang

Penumpang maskapai Wings Air di Bandara Matahora Wakatobi mempertanyakan kebijakan bagasi penumpang yang dianggap berubah-ubah.

Hafid Kustantyo/Wings Air
Wings Air ATR 72-500 PK-WFW untuk penerbangan Surabaya-Labuan Bajo PP. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Penumpang maskapai Wings Air di Bandara Matahora Wakatobi mempertanyakan kebijakan bagasi penumpang yang dianggap berubah-ubah.

Penumpang pesawat dengan nomor penerbangan IW1335 yang enggan disebutkan namanya tersebut mengatakan, kebijakan bagasi rute Kendari-Wakatobi dan Wakatobi-Kendari tidak sama.

Berikut kronologinya:

Setelah antre hampir satu jam di Bandara Matahora Wakatobi, Rabu (36/5/2021), dia dan keluarga tiba di depan petugas counter check in.

Petugas kemudian menerbitkan boarding pass yang di-issued untuk dia dan dua anggota keluarga.

Petugas counter check-in kemudian minta bagasi ditimbang.

Bawaan mereka adalah dua koper kecil.

Timbangan bagasi bukan di konter check in tapi terpisah di sebuah ruangan kecil.

Baca juga: Harga Tiket Masuk Eling Bening Ambarawa Terbaru 2021 untuk Liburan Akhir Pekan

Baca juga: Akibat Covid-19, Penerbangan dari India ke Dubai Ini Hanya Membawa Satu Penumpang

Baca juga: Ancol Tetap Buka saat Libur Waisak 2021, Pengunjung Bisa Lihat Gerhana Bulan di Pantai

"Petugas mengabari, tidak usah timbang. Beri tahu petugas di sana (bagasi) bahwa timbangannya masing-masing 5 kilogram, kata petugas. Saya lalu ke petugas bagasi di ruangan kecil itu, sekitar 7-8 meter dari konter check in," ujarnya.

Namun, setelah dari counter check-in, petugas bagasi justru menanyakan surat timbangan bagasi.

"Saya bilang, saya diminta menyebut angka 5 kilogram masing-masing. Dua koper berarti 10 kg. Saya mesti bayar Rp 310 ribu."

"Saya tanya, apakah memang timbangannya begitu. Petugas minta saya ke konter check in lagi untuk timbang. Saya ikut. Beratnya 18 kg. Saya diminta bayar Rp 588 ribu."

Dia kemudian membayar Rp 600 ribu.

"Katanya, tidak ada kembalian."

Anehnya, dasar perhitungan bagasi, seluruhnya 18 kilo kali tarif bagasi.

"Yang saya bayar bukan kelebihan bagasi seperti yang saya pahami. Yang saya bayar adalah seluruh bagasi yang ditimbang," ungkapnya.

"Oke, ada kelebihan pembayaran. Tidak ada uang kembalian. Saya mengerti. Saya tidak minta kembaliannya. Saya minta tunjukan dasar hukum perhitungan bagasi itu," imbuhnya.

Sesampai di Bandara Halu Oleo di Kendari, aturan itu tidak kunjung dia peroleh.

"Setiba di Kendari, petugas (nampaknya dari Lion, dari atribut di seragamnya) menyerahkan kwitansi pembayaran bagasi yang mestinya dikeluarkan di Bandara Matahora, Wakatobi. Berikutnya menyusul uang kembalian," jelasnya.

Dia kemudian menerima kuitansi tapi dia tidak menerima kembalian.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved