Breaking News:

Pria Ini Bikin Kreasi Makanan di Pesawat untuk Atasi Jenuh Selama Lockdown

Nik Sennhauser punya ide kreatif yaitu membuat kreasi makanan di pesawat untuk mengatasi jenuh selama lockdown.

Penulis: Nurul Intaniar
Editor: Sinta Agustina
Reader's Digest
Ilustrasi makanan di pesawat 

TRIBUNTRAVEL.COM - Sejumlah negara masih ada yang memberlakukan masa kuncian atau lockdown.

Hal tersebut tentu saja membuat sebagian orang merasa jenuh karena harus membatalkan perjalanan liburan dan sebagainya.

Namun untuk mengatasi kejenuhan tersebut, seorang pria bernama Nik Sennhauser punya ide kreatif.

Nik yang tumbuh besar dari dua negara Austria dan Thailand mengaku bahwa dirinya pertama kali naik pesawat untuk penerbangan jarak jauh dan punya pengalaman 'makan di pesawat'.

"Pertama kali aku naik pesawat, usiaku sekitar lima bulan," kata Nik.

"Aku tumbuh besar antara Austria dan Thailand, jadi aku biasa naik pesawat setiap dua hingga tiga bulan atau lebih. Itu adalah satu-satunya tempat di mana, sebagai seorang anak, aku selalu memakan seluruh makanan tanpa bertanya lebih dulu (tentang makanan ini)," jelasnya.

Baca juga: Jarang Diketahui, Ini Proses Masak Makanan di Pesawat hingga Disajikan pada Penumpang

"Di rumah, ibuku harus memaksaku makan, tapi di pesawat aku terbiasa makan apa saja yang diberikan padaku. Momen paling kuingat adalah naik pesawat dan menantikan makanannya," lanjut Nik.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Nik mengaku bahwa dirinya terobsesi dengan makanan pesawat sekaligus penggemar penerbangan.

"Aku biasanya menghabiskan seluruh waktu luangku dengan membuka Google Flights, memasukkan tanggal, tujuan, dan anggaran; melihat video laporan penerbangan di YouTube; juga membuat videoku sendiri - seluruh hidupku berkisar pada penerbangan," katanya.

Tapi itu semua berhenti sejak pandemi Covid-19 melanda.

Sejauh ini, Nik mengatasi kejenuhan di rumah saja karena pandemi Covid-19 dengan membuat makanan di pesawat.

Dia menemukan dan mengikuti berbagai resepnya secara online lalu menyajikan hidangan tersebut dibuat semirip mungkin dengan yang asli dalam penerbangan.

Nik dengan cepat menemukan komunitas orang-orang yang melakukan hal sama dengannya.

"Saya pikir 'Oh, banyak orang yang melakukannya. Ini tidak menarik lagi'," kata Nik seperti yang dikutip TribunTravel dari CNN, Kamis (6/5/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved