Breaking News:

Larangan Mudik Lebaran 2021, Ini Syarat Pekerja Laju yang Lewati Perbatasan Jateng-DIY

Menindaklanjuti larangan Mudik Lebaran 2021, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Kepolisian, TNI melakukan penyekatan di batas provinsi

businessworldcom.com
Ilustrasi 

TRIBUNTRAVEL.COM - Menindaklanjuti larangan Mudik Lebaran 2021, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Kepolisian, TNI dan beberapa pihak lain melakukan penyekatan di batas provinsi.

Ada sebanyak 14 titik di perbatasan antar provinsi yang dilakukan penyekatan.

Jumlah titik penyekatan ini kemungkinan akan bertambah melihat kondisi di lapangan, terutama antisipasi di jalur tikus.

Baca juga: Syarat Mudik Naik Mobil Pribadi, Penting Dicatat!

Titik penyeketan tersebut berada di perbatasan Jawa Barat (Brebes dan Cilacap), Jawa Timur (Wonogiri, Sragen, Karanganyar, Rembang, Blora), serta Daerah Istimewa Yogyakarta (Klaten, Magelang, Purworejo).

Seperti diketahui, larangan mudik yang ditetapkan pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 yakni 6-17 Mei 2021.

Namun, pada H-14 dan H+7 masa larangan mudik, tim gabungan sudah berjaga dan melakukan kontrol di wilayah pebatasan.

Ilustrasi: Pemudik melintasi Jalan Wates, Yogyakarta, Minggu (10/6/2018). Memasuki H-5 Lebaran, arus mudik mulai meningkat.
Ilustrasi: Pemudik melintasi Jalan Wates, Yogyakarta, Minggu (10/6/2018). Memasuki H-5 Lebaran, arus mudik mulai meningkat. (TRIBUNJOGJA.COM / Bramasto Adhy)

Meskipun demikian, pemerintah juga mengeluarkan aturan terkait pengecualiaan larangan di satu wilayah yang dinamakan aglomerasi.

Dilansir dari Tribun Jateng, Sabtu (1/5/2021), Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro menuturkan, aturan tersebut bukan berarti warga diperbolehkan mudik lokal dalam wilayah aglomerasi.

"Ada beberapa pengecualiaan, ada pergerakan yang diizinkan dalam dua kawasan aglomerasi. Dua wilayah aglomerasi itu yakni Kedungsepur (Semarang Raya: Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Demak, Grobogan) dan Solo Raya (Kota Solo, Wonogiri, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Klaten, dan Sragen)," jelas Henggar, Jumat (30/4/2021).

Dalam dua kawasan itu, masyarakat diperbolehkan melakukan pergerakan selama pelarangan mudik dengan tujuan untuk rutinitas atau pekerjaan, bukan mudik.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Nurul Intaniar
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved