Breaking News:

Misteri Tenggelamnya Kursk, Tragedi Kapal Selam Terburuk dalam Sejarah

Tewaskan seluruh 118 awak, tenggelamnya kapal selam milik Rusia bernama Kursk jadi insiden terburuk dalam sejarah.

Flickr/ Tullio Saba
Ilustrasi - Kursk, kapal selam nuklir milik Rusia yang tenggelam ke dasar Laut Barents pada 12 Agustus 2000 silam. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Sebuah kapal selam nuklir milik Rusia tenggelam ke dasar Laut Barents pada 12 Agustus 2000 silam.

Saat tenggelam, kapal selam bernama Kursk tersebut membawa 118 awak.

Nahasnya, seluruh anggota awak kemudian ditemukan tewas dalam insiden ini.

Penyebab pasti dari bencana tersebut hingga kini masih belum diketahui.

Baca juga: Arkeolog Temukan Bangkai Kapal Selam yang Hilang Secara Misterius Selama 77 Tahun

Melansir laman History.com, Kursk meninggalkan pelabuhan pada 10 Agustus untuk ikut serta dalam latihan perang dengan militer Rusia.

Kapal, pesawat, dan kapal selam Rusia bertemu di Laut Barents, yang berada di atas Lingkaran Arktik, untuk berlatih manuver militer.

Ilustrasi - Sebuah kapal selam nuklir milik Rusia tenggelam ke dasar Laut Barents pada 12 Agustus 2000 silam.
Ilustrasi - Sebuah kapal selam nuklir milik Rusia tenggelam ke dasar Laut Barents pada 12 Agustus 2000 silam. (Flickr/ Rod Ramsey)

Kursk dijadwalkan untuk menembakkan torpedo latihan pada 12 Agustus.

Sekira pukul 11.29 waktu setempat, sebelum Kursk melakukan tembakan, dua ledakan terjadi di bagian depan lambung kapal selam.

Akibatnya, kapal langsung terjatuh ke dasar laut.

Kursk memiliki panjang 500 kaki dan berat 24.000 ton.

Kapal itu memiliki dua reaktor nuklir dan dapat mencapai kecepatan 28 knot.

Kursk merupakan kapal selam serang terbesar di dunia, ukurannya tiga kali lebih besar dibanding kapal selam terbesar yang dimiliki Angkatan Laut Amerika Serikat.

Dengan nasib 118 tentara Rusia di dalam Kursk yang tidak diketahui, beberapa negara menawarkan untuk berkontribusi dalam upaya penyelamatan.

Meski demikian, pemerintah Rusia memilih untuk menolak bantuan dalam bentuk apapun.

Ketika penyelam akhirnya mencapai Kursk seminggu kemudian, mereka tidak menemukan tanda-tanda kehidupan.

Di bawah tekanan besar, Presiden Rusia Vladimir Putin setuju untuk mengangkat kapal selam dari dasar laut guna tujuan penyelidikan.

Sebelumnya, tidak ada kapal atau benda sebesar itu yang pernah ditemukan dari dasar laut.

Selain itu, mengingat Laut Barents membeku hampir sepanjang tahun, operasi tersebut hanya memiliki kesempatan kecil untuk berhasil.

Menggunakan teknologi dan tim ahli internasional terbaik, Kursk akhirnya berhasil diangkat ke permukaan pada tanggal 26 September 2001, sekira satu tahun setelah kecelakaan itu.

Konon, biaya pengangkatan Kursk ke permukaan menelan biaya hingga 100 juta dolar atau setara Rp 1,4 trilin.

Halaman
123
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved